Surabaya, BeritaTKP.com – RSUD dr Soetomo Surabaya menyebut sumber awal kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu atau PPJT berasal dari ruang farmasi di lantai 5. Keterangan tersebut berbeda dengan informasi sebelumnya dari Dinas Pemadam Kebakaran yang menyebut titik api berasal dari ruang bedah jantung.

Koordinator Merah RSUD dr Soetomo, Dwi K Surabaya, mengatakan petugas rumah sakit sempat melakukan penanganan awal saat kebakaran terjadi. Upaya pemadaman awal dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan atau APAR.

“Petugas menghubungi 112, datang tim damkar membantu evakuasi dan mengurai udara di dalam,” kata Dwi kepada wartawan di IGD RSUD dr Soetomo, Jumat (15/5/2026).

Sementara itu, Kepala Instalasi PPJT, dr. Rerdyn Julario, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi tidak lama setelah tindakan medis darurat di ruang cathlab selesai dilakukan. Ruang tersebut berada di lantai yang sama dengan lokasi awal kebakaran.

“Itu tindakan emergency sebelum peristiwa tersebut sudah selesai, ada tindakan emergency di situ, satu pasien yang terpasang alat bantu pacu jantung,” jelasnya.

Pihak RSUD dr Soetomo mengetahui adanya kebakaran sekitar pukul 06.20 WIB. Setelah itu, laporan diteruskan kepada Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya. Petugas damkar menerima laporan sekitar pukul 06.33 WIB dan langsung bergerak ke lokasi.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.35 WIB setelah petugas mengerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran. Selain melakukan pemadaman, petugas juga membantu proses evakuasi pasien dan pengeluaran asap dari dalam gedung.

Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, sekitar 27 hingga 30 pasien dievakuasi dari Gedung PPJT. Dalam insiden tersebut, satu pasien dilaporkan meninggal dunia. Namun pihak RSUD dr Soetomo memastikan pasien tersebut meninggal bukan akibat paparan asap kebakaran.

Sementara itu, data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya menyebut terdapat 39 pasien yang berada di gedung tersebut saat kebakaran terjadi. Pasien yang meninggal dunia diketahui berinisial S, laki-laki berusia 46 tahun.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. RSUD dr Soetomo menyatakan siap bekerja sama dalam proses penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab kebakaran secara menyeluruh.(æ/red)