Ponorogo, BeritaTKP.com – Sekitar ribuan ikan yang ada di keramba Telaga Ngebel Ponorogo mati mendadak. Matinya ribuan ikan tersebut diduga disebabkan oleh fenomena ledakan gas belerang yang terjadi sejak Minggu (1/1/2022) kemarin malam.

Salah satu pemilik keramba bernama Yusdianto mengatakan, hal ini sungguh merugikan dirinya, pasalnya ikan nila yang sudah siap panen tersebut banyak yang mati terkena ledakan gas belerang. “Ikan saya mati akibat belerang, ini fenomena alam. Padahal ikan nila ini siap panen, berat sekitar 500 gram hingga satu kilogram per ekor,” tutur Yusdianto, Senin (2/1/2022).

Warga Desa Nglingi, Kecamatan Ngebel itu mengaku ratusan ekor ikan nila miliknya mati dan tidak bisa diselamatkan. Dia pun terpaksa mengevakuasi ikan yang sudah mati tersebut agar tidak mencemari keramba lainnya.

Yusdianto mengatakan fenomena alam ini kerap terjadi setahun sekali. Namun waktunya tidak bisa diprediksi kapan. Sebab, sewaktu-waktu ledakan gas belerang muncul.

“Kalau ikan di telaga bebas bisa berenang, kalau di keramba tidak bisa diselamatkan kalau kena belerang langsung mati,” tukas Yusdianto.

Sementara, Analis perlindungan dan pelestarian ikan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Ponorogo (Dipertahankan), Nurdianaban mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan. “Kita cari penyebabnya, apa karena belerang atau sampah organik yang mengendap di bawah telaga,” kata Nurdianaban.

Nurdianaban mengatakan, fenomena gas belerang ini biasanya terjadi pada Bulan Agustus hingga September. Pihaknya bakal melakukan pengecekan dan uji sampling untuk mengetahui penyebab matinya ikan di Telaga Ngebel.

“Kita cek dan laporkan, selanjutnya yang ikan selamat bisa diselamatkan dulu, dipindah ke kolam atau penampungan lain yang petani siapkan untuk dijual,” pungkas Nurdianaban. (Din/RED)