Puluhan Bilik Cinta di Pasar Muneng Madiun Dibakar Disperdagkop UM dan Satpol PP

48

Madiun, BeritaTKP.com – Puluhan bilik cinta yang ada di Pasar Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, dibongkar paksa oleh Dinas Perdagangan, Koperasi (Disperdagkop) dan Usaha Mikro (UM) Kabupaten Madiun bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jum’at (17/3/2023) lalu.

Bilik non permanen itu dibakar oleh petugas untuk mencegah terjadinya prostitusi terselubung. Hal itu merupakan salah satu tindak lanjut paska-razia operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), yang menjaring 16 pekerja seks komersial (PSK), pada Kamis (16/3/2023) dini hari.

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun Raswiyanto menuturkan, lapak yang ditertibkan ini tidaklah memiliki izin dan disalahgunakan. Sebelum itu, Raswiyanto menemui para pemilik lapak. Lalu mereka memberikan pernyataan supaya tidak mengulangi perbuatan serupa kembali. Selain Satpol PP, penertiban juga melibatkan jajaran forkopimca setempat.

“Jumlahnya terdiri dari 20 lapak yang dibongkar dan keberadaannya baru saja dibangun. Sebelumnya tidak ada sama sekali. Kalau digunakan sebagai kegiatan perekonomian tidak masalah. Tapi kalau disalahgunakan, maka ditindak tegas,” ungkapnya.

Raswiyanto menjelaskan, sebenarnya lapak-lapak tersebut adalah warung atau kios yang ada di dalam pasar, saat beraktivitas pagi maupun siang hari. Namun, saat malam hari tempat tersebut malah disalahgunakan.

“Terkait pemantauan, kami ada kepala pasar yang bertanggung jawab penuh terhadap keberadaan kegiatan di pasar. Kami meminta kepada kepala pasar dan anggota berperan aktif, menegur keberadaan kios yang tidak berizin, maupun ditindak tegas karena telah menyalahi prosedural,” imbuhnya.

Raswiyanto menghimbau kepada masyarakat agar tidak mendirikan bangunan yang menyalahi prosedur. Bahkan jangan sampai disalahgunakan sebagaimana mestinya. Sementara salah satu pemilik kios yang ikut dibongkar Ratmi, hanya bisa pasrah terkait upaya dari Pemkab Madiun tersebut.

“Saya asli Madiun sudah 25 tahun buka usaha. Kalau soal lokalisasi, sempat ditutup, tahunya beraktivitas lagi sejak 6 bulan. Rencana mau pindah ke pinggir jalan. Kurang tahu kalau praktek lokalisasi itu. Yang ketangkap luar kota semua, ada dari Kediri, jauh jauh semua,” katanya. (Din/RED)