
Surabaya, BeritaTKP.com – Seorang pria bernama Galuh Firmansyah, harus berurusan dengan kepolisian karena mencuri mie instan hingga cokelat di Indomaret. Pria asal Surabaya itu terpaksa mencuri karena kelaparan.
Galuh diketahui mengulangi aksinya di salah satu Indomaret Gunung Anyar, Surabaya, yakni pada 23 dan 24 Mei 2023. Galuh mengambil 1 mie instan, I minuman ringan, dan 2 cokelat.
“Pas 24 itu mencuri, terekam CCTV dan melarikan diri. Besoknya (25/5) kembali lagi dan mencuri lagi, nah pas tanggal 25 itu lah kita amankan dulu, lalu lapor ke polisi,” kata selaku Bagus pegawai Indomaret di Rungkut Menanggal Harapan di Kantor Kecamatan Gunung Anyar Surabaya, Rabu (26/7/2023) kemarin.
Galuh yang terpergok karyawan indomaret tersebut dilaporkan ke polisi, harap-harap Galuh jera dengan perbuatannya. Apalagi, selama ini Indomaret tempatnya bekerja kerap menjadi sasaran pencurian. “Sebelumnya ada motor teman saya yang hilang dicolong,” jelas dia.
Diketahui, Galuh merupakan anak yatim piatu dan putus sekolah sejak SMP. Lantaran kelaparan, dia terpaksa mencuri makanan dan minuman yang nilainya Rp 100 ribu.
Masyarakat yang tersentuh usai mendengar kisah Galuh tersebut meminta agar Galuh diampuni dan aparat penegak hukum menerapkan restorative justice (RJ).. Sayangnya, proses mediasi yang dilakukan selama beberapa kali itu gagal. Indomaret bersikukuh memidanakan pria yang kini hidup sebatang kara tersebut.
“Langkah-langkah mediasi dari Polsek Gunung Anyar sudah dilakukan, ada 3 kali dilakukan, tapi memang prosesnya belum ada titik temu dan proses hukum tetap berjalan. Jadi, tersangka Galuh tetap ditahan penyidik Polsek Gunung Anyar,” imbuh Mirzal.
Kendati demikian, lanjut Mirzal, Korps Bhayangkara masih berusaha maksimal untuk meneruskan upaya mediasi. Polisi juga berkoordinasi dengan kejaksaan dan Pemkot Surabaya untuk mencari solusi damai atas kasus yang membelit Galuh.
“Atas atensi dan perintah dari Kapolrestabes Surabaya, kami berkoordinasi dengan Kapolsek Gunung Anyar, PH terlapor, dan Kejari Surabaya melakukan RJ untuk mencari solusi permasalahannya,” ungkapnya. (Din/RED)





