
Lamongan, BeritaTKP.com – Mayat pria bernama Mariono (19), warga asal Desa/Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, ditemukan di sekitar pintu air Bendung Gerak Babat, Desa Kendal, Sekaran, Lamongan, pada Kamis (16/3/2023) kemarin.
Korban ditemukan pertama kali oleh warga setempat yang sedang mencari ikan di aliran Bengawan Solo. Saat ditemukan, kondisi korban sudah susah dikenali. Warga kemudian melaporkan hal ini ke seorang satpam.
“Atas informasi tersebut, saksi kemudian melakukan pengecekan di pintu air bendungan nomor 1, dan benar bahwa ditemukan mayat yang tersangkut di pintu air,” kata Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Anton Krisbiantoro.
“Atas informasi tersebut, saksi kemudian melakukan pengecekan di pintu air bendungan nomor 1, dan benar bahwa ditemukan mayat yang tersangkut di pintu air,” ujarnya.
Saat ditemukan, mayat tersebut memiliki ciri-ciri menggunakan kaus hitam dan celana pendek warna biru. Temuan itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Sekaran. Setelah itu, petugas dari BPBD Lamongan kemudian meluncur ke lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban. “Setelah proses pencarian selama hampir 1 jam, korban akhirnya berhasil ditemukan,” terangnya.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama 6 hari oleh keluarganya. Hilangnya korban terhitung pada Jum’at (10/3/2023) sekitar pukul 05.00 WIB hingga saat ini. Ketika itu, orang tua korban melihat korban keluar rumah dengan mengenakan kaus warna hitam dan sarung berwarna abu-abu.
Menurut Muslim, identitas korban terungkap setelah salah satu keluarga datang dan memastikan temuan jenazah tersebut. Saat dicek ternyata sesuai dengan ciri-ciri yang melekat di badan mayat.
Setelah berhasil diidentifikasi, mayat selanjutnya dibawa keluarga ke rumah duka di Widang, Tuban. “Keluarga korban, atas nama Sutrisno yang adalah sepupu korban, memastikan korban yang ditemukan di pintu air Bendung Gerak Babat tersebut adalah keluarganya yang hilang,” tandas Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan Muhammad Muslimin. (Din/RED)





