Boyolali, BeritaTKP.com – Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga seorang pemuda berinisial RSA (19), warga Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Pemuda tersebut meninggal dunia usai diduga menjadi korban penganiayaan pada Selasa dini hari (26/8/2025).
Kapolsek Ngemplak AKP Widarto bersama jajaran langsung bergerak cepat usai menerima laporan dari masyarakat. Polisi mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi. Tim Inafis Polres Boyolali bersama tenaga medis dari Puskesmas Ngemplak juga turut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan luar pada jenazah korban.
Menurut keterangan yang dihimpun polisi, peristiwa bermula pada Senin malam (25/8/2025) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, korban bersama beberapa temannya, termasuk saksi AIH (22) dan AA (21), tengah berkumpul di sebuah kos eksklusif di Dukuh Sawahan sambil mengonsumsi minuman keras.
“Sekitar pukul 24.00 WIB, korban dan rekannya berinisial DPJ (19), warga Desa Pandeyan, terlibat cekcok hingga berujung pemukulan. Meski sempat dilerai saksi, pertikaian kembali memanas. Agar situasi tenang, saksi kemudian meminta terlapor meninggalkan lokasi bersama seorang rekannya,” jelas AKP Widarto.
Namun situasi tidak berhenti sampai di sana. Sekitar pukul 02.30 WIB, ketika korban hendak pulang bersama saksi, mereka dihadang oleh terlapor dan rekannya di jalan. Pertikaian kembali pecah. Dalam insiden tersebut, terlapor diduga menggunakan sebilah pisau dapur untuk menganiaya korban hingga tersungkur bersimbah darah.
Saksi yang panik segera membawa korban ke RSUD dr. Moewardi Surakarta sekitar pukul 03.00 WIB. Namun meski sempat mendapat perawatan medis, nyawa korban tidak tertolong. Pada pukul 03.40 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian dada kiri yang mengenai organ vital.
Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka terbuka di dada kiri sepanjang 1,5 cm serta memar di bagian wajah. Luka tusukan tersebut diduga kuat menjadi penyebab kematian.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan. Polres Boyolali berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan tuntas,” tegas Kapolsek.
Dari penyelidikan awal, polisi menduga motif pelaku dilatarbelakangi rasa sakit hati karena sering diejek korban terkait orang tuanya, serta rasa cemburu karena korban diduga dekat dengan seorang perempuan yang dikenal saksi.
Sementara itu, pihak keluarga korban berharap agar kasus ini dapat diusut secara jelas hingga tuntas sehingga memberikan rasa keadilan. Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk lebih bijak dalam bergaul dan menyelesaikan persoalan dengan cara damai tanpa melibatkan tindak kekerasan.(æ/red)





