BANDAR LAMPUNG, BeritaTKP – Sebuah unggahan dari akun X @velzuu yang mengaku diperjualbelikan oleh orang tua serta menjadi korban kekerasan mendadak viral di media sosial. Menindaklanjuti kabar gencar tersebut, Unit 2 Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung mendatangi kediaman keluarga anak tersebut di Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, pada Minggu (30/8/2026).
Direktur Reskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan, menegaskan bahwa dari hasil penelusuran lapangan dan klarifikasi langsung, narasi yang beredar dipastikan tidak benar (hoax).
“Anak ini mengaku merasa kesepian dan mengalami kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Karena itu, ia membuat konten tersebut agar mendapat perhatian dari orang lain,” terang Kombes Pol Indra Hermawan, Senin (31/8/2026).
Fakta Hasil Penelusuran Kepolisian
Dari proses klarifikasi dan pemeriksaan dokumen resmi, kepolisian mengompilasi sejumlah fakta kunci di balik viralnya kabar tersebut:
Motif Konten: Remaja perempuan berusia 15 tahun pemilik akun X @velzuu tersebut mengakui bahwa konten dan animasi yang memperlihatkan dirinya seolah disiksa dan dijual dibuat murni untuk menarik simpati serta perhatian publik.
Kondisi Kesehatan Remaja: Sang ayah, Ari Rakatama (AR), menjelaskan bahwa putrinya mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sejak 2020 pascakeluarga berpindah dari Australia ke Indonesia. Hal ini memicu kesulitan beradaptasi dan tekanan psikologis.
Akses Akun Bersama: Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa pengelolaan akun X @velzuu tersebut turut diakses bersama oleh teman daring dari anak bersangkutan.
Klarifikasi Keluarga dan Langkah Kepolisian
Ibu korban, Rahmawaty (RA), serta sepupu korban (Ratih/Lintang) membantah keras tuduhan perdagangan anak. Setelah mendatangi lokasi dan memastikan kondisi fisik remaja tersebut aman, pihak keluarga langsung membuat konten klarifikasi resmi melalui media sosial X.
Guna mencegah kesalahpahaman lanjutan, Polda Lampung telah mengamankan identitas diri beserta riwayat rekam medis anak. Pihak kepolisian juga memberikan edukasi intensif kepada orang tua mengenai pola pengawasan anak serta penggunaan media sosial yang bijak.(æ/red)





