PEMALANG, BeritaTKP.com — Seorang siswa kelas 2 SD berinisial MHA (7) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, meninggal dunia. Polisi kini menyelidiki dugaan perundungan di sekolah yang disebut berkaitan dengan kondisi korban sebelum meninggal.
MHA dikabarkan meninggal pada Rabu (30/9/2026). Sebelum meninggal, korban sempat mengalami keluhan sakit perut dan menjalani perawatan di RSUD M Azhari Pemalang.
Korban Sempat Cerita Mengalami Perundungan
Menurut informasi yang diterima polisi, saat menjalani pemeriksaan medis korban sempat menceritakan bahwa dirinya mengalami perundungan di lingkungan sekolah.
Korban menyebut bagian tubuhnya mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh kakak kelas. Setelah mengalami keluhan tersebut, keluarga juga melihat perubahan perilaku MHA yang menjadi lebih pendiam.
Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian serta hubungan antara dugaan perundungan dengan kondisi kesehatan korban.
Polisi Periksa Saksi
Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Faizal Wildan Umar Rela mengatakan penyidik masih mengumpulkan informasi dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga.
Polisi juga berkoordinasi dengan dinas serta instansi terkait untuk mengungkap penyebab dan kronologi meninggalnya korban.
Autopsi Dilakukan
Untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih jelas, jenazah MHA menjalani autopsi yang dilakukan tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Bidang Kedokteran Kepolisian (Biddokkes) Polda Jawa Tengah.
Hasil pemeriksaan tersebut belum disampaikan kepada publik.
Polisi menegaskan apabila penyelidikan nantinya menemukan unsur pidana, perkara akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Setelah proses autopsi selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Hingga kini, dugaan perundungan masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada pihak yang dinyatakan bersalah.(æ/red)





