Bandung, BeritaTKP.com — Polda Jawa Barat tengah mengupayakan pemulangan Rizki Nurfadilah, pemuda asal Kabupaten Bandung yang sebelumnya dikabarkan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Kepolisian memastikan bahwa Rizki bukan korban TPPO, namun tetap akan difasilitasi proses kepulangannya ke Indonesia.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa saat ini Rizki berada di KBRI Phnom Penh dalam kondisi aman. Ia menegaskan bahwa Kapolda Jabar telah menyatakan dukungannya agar Rizki segera dipulangkan.
“Nanti kita koordinasikan dengan Pak Kapolda. Pak Kapolda sangat mendukung proses pemulangan yang bersangkutan,” ujar Kombes Pol. Hendra, Kamis (30/10/2025).
Pemulangan Gunakan Mekanisme Khusus
Karena Rizki tidak berstatus sebagai korban TPPO, proses pemulangannya tidak dapat menggunakan prosedur perlindungan korban perdagangan orang.
“Ada mekanisme tersendiri karena dia bukan korban TPPO. Prosesnya tetap dibantu KBRI, tetapi ada biaya yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Pengakuan Bohong dan Motif Simpati
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa Rizki sebelumnya menyampaikan pengakuan palsu kepada orang tuanya dan publik untuk mencari simpati. Ia diketahui mendaftarkan diri melalui media sosial dan secara sadar menerima pekerjaan sebagai operator penipuan daring (scammer) di Kamboja.
“Dia sadar akan bekerja sebagai scammer dengan gaji sekian. Namun kepada orang tuanya, dia mengaku sebagai pemain sepak bola PSMS Medan,” ungkap Kombes Pol. Hendra.
Keterangan Akan Diminta Saat Tiba di Indonesia
Setibanya di tanah air, Rizki akan dimintai keterangan lengkap terkait keberangkatannya hingga aktivitasnya selama di Kamboja.
“Saat kembali nanti, akan kita mintai keterangan mulai dari proses dia berangkat sampai kejadian di sana,” tegasnya.
Latar Belakang Keberangkatan
Pihak keluarga sebelumnya menyebut bahwa Rizki dijanjikan mengikuti seleksi PSMS Medan oleh seseorang yang dikenalnya melalui Facebook. Namun alih-alih dibawa ke Medan, ia justru diterbangkan ke Kamboja dan dipekerjakan sebagai operator penipuan daring dengan target warga negara China.(æ/red)