Blitar, BeritaTKP.com – Kementrian PUPR telah menganggarkan dana sebanyak Rp 50 miliar untuk perbaikan jalan dengan konstruksi beton rabat pada jalanan rusak di Blitar yang sering dilintasi truk tebu.
Berdasarkan keterangan dari Kabid Bina Marga Dinas PUPR Pemkab Blitar, Hamdan Zulfikar Kurniawan memaparkan bahwa wilayahnya hanya sebagai penerima manfaat, karena dalam proses lelang, penentuan right of way (ROW) dan pengerjaan jalan, akan langsung dilakukan Kementerian PUPR.

“Kalau dari ROW Kementerian PUPR, itu lebar jalan tetap 6 meter. Tapi dengan konstruksi beton rabat. Jadi ini belum menaikkan kelas jalan. Hanya kami mendapat bantuan program Inpres jalan daerah. Disesuaikan dengan kapasitasnya sebagai akses truk tebu masuk pabrik gula,” kata Hamdan, Kamis (15/6/2023).
Anggaran bersumber dari APBN sebesar Rp 59 miliar yang nantinya akan direalisasikan di tiga titik. Pertama, dari Desa Ngembul-Rejoso sebagai lokasi pabrik gula sepanjang 3,6 KM. Dari titik Rejoso-simpang empat Binangun sepanjang 2,9 KM. Dan dari titik Ngembul-Kedungwungu sepanjang 4 KM. “Proses pengerjaannya nanti akan menyesuaikan. Karena sekarang ini masih musim giling,” imbuhnya.
Hamdan menambahkan, pembangunan jalan beton rabat ini untuk meningkatkan kualitas jalan yang pada akhirnya bertujuan untuk menaikkan kelas jalan. Hal itu bisa terealisasikan, ketika pintu akses masuk menuju Rejoso dari Brongkos juga telah diperbaiki. “Jadi begini, untuk Brongkos-Ngembul sebenarnya sudah kami usulkan juga ke Kementrian PUPR. Kami berharap akan disetujui dalam tahap dua di tahun ini juga,” ungkapnya.
Pembangunan jalan ini diharapkan dapat menjadi solusi kerusakan jalan di wilayah Binangun, karena jalan ini menjadi akses utama menuju pabrik gula yang masuk proyek strategis nasional. Sehingga Pemkab Blitar dan Universitas Brawijaya (UB) Malang melakukan kajian ilmiah soal jalan rusak.
Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Teknik Sipil UB, Prof I. Ludfi Djakfar mengakui, Pemkab Blitar meminta solusi mengatasi kerusakan jalan dan kemacetan yang terjadi di jalan menuju kawasan pabrik gula RMI. Bersama tim, Ludfi melakukan kajian ilmiah di beberapa titik Kecamatan Kesamben, Binangun dan Wates.
Menurut dia, kondisi jalan eksisting kawasan tersebut memang telah rusak berat. Kerusakan tersebut dikarenakan konstruksi jalan sudah tidak sesuai dengan beban jalan. Apalagi dalam rencana tata ruang Pemkab Blitar, wilayah itu akan menjadi kawasan insdustri, wisata dan jalur Pansela. (Din/RED)





