Bangkalan, BeritaTKP.com – AKP Fery Riswantoro selaku Kapolsek Tanjung Bumi mengatakan Kronologi sebuah insiden seorang nelayan yang berinisial AR (18), warga asal Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, yang terjatuh dari perahu lalu tenggelam itu awalnya bermula saat AR ingin buang air kecil dari atas perahunya pada Sabtu (11/6/2022) dini hari lalu. Insiden itu terjadi saat korban memancing bersama kakaknya yang berinisial AH (31) di perairan Tanjung Bumi.
“Di saat yang sama saat korban pipis, ombak datang dan membuat korban kehilangan keseimbangan dan jatuh ke dalam laut,” ujarnya, Rabu (15/6/2022) kemarin.
Melihat kejadian tersebut, kakak korban langsung terjun ke laut berupaya menyelamatkan sang adik. Namun, AR tak kunjung ditemukan hingga memutuskan untuk kembali menaiki perahu.
“Dari pengakuan kakaknya, memang korban tidak bisa berenang. Diperkirakan, korban di dalam air panik dan semakin membuatnya tenggelam,” tambahnya.
Fery juga menyebutkan, usai kejadian itu dilaporkan bersama tim Polairud Polres Bangkalan dan tim basarnas melakukan pencarian ke lokasi tenggelam. Bahkan, pencarian diperluas hingga 8 mil dari lokasi hilangnya korban.
“Sudah dilakukan pencarian namun hingga saat ini belum ditemukan,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat pencarian dilakukan, cuaca cerah. Namun, ia belum bisa memastikan kondisi arus dalam laut.
“Kalau arus dalamnya kencang, tentu itu akan menjadi kendala. Namun untuk cuaca terang. Kami berharap korban bisa segera ditemukan,” jelasnya. (Din/RED)





