LUMAJANG, BeritaTKP – Kecelakaan laut terjadi di perairan Pantai Drajit, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Sebuah perahu nelayan hancur berkeping-keping menjadi tiga bagian setelah dihantam gelombang tinggi pada Sabtu (22/8/2026) pagi.
Insiden nahas ini merenggut nyawa seorang anak buah kapal (ABK), sementara tiga orang rekan lainnya berhasil selamat. Korban meninggal dunia diketahui bernama Anton (42), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.
Kronologi Kejadian: Hantaman Ombak di Perairan Selatan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perahu nelayan tersebut berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Pantai Drajit pada Jumat (21/8/2026) dengan membawa total empat orang ABK.
Nahas, keesokan harinya pada Sabtu pagi, perahu yang ditumpangi para korban tiba-tiba diterjang gelombang tinggi khas perairan selatan. Dahsyatnya hantaman ombak membuat struktur perahu tidak mampu bertahan hingga akhirnya pecah berkeping-keping menjadi tiga bagian.
“ABK-nya ada empat. Yang tiga selamat dan yang satu meninggal. Perahunya pecah menjadi 3 bagian setelah dihantam gelombang tinggi,” ujar Suri, salah seorang nelayan di lokasi kejadian, Sabtu (22/8/2026).
Evakuasi Korban dan Bangkai Perahu
Warga sekitar dan sesama nelayan yang mengetahui kejadian tersebut langsung bergerak cepat memberikan pertolongan serta mengevakuasi korban ke daratan. Jenazah Anton kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Jember guna dimakamkan.
Selain mengevakuasi para korban selamat dan jenazah korban meninggal, warga bersama para nelayan setempat juga bergotong royong menarik sisa-sisa bangkai perahu yang hancur ke tepi pantai.(æ/red)





