Ponorogo, BeritaTKP.com – Seorang pengamen berinisial S (35), warga asal Desa Binade, Kecamatan Ngrayun, ditemukan tewas dalam posisi terlentang dan mulutnya mengeluarkan darah di kamar kamar kosnya yang ada di Jalan Sinomparijoto, Tambak Bayan, Kecamatan Ponorogo.

Salah satu warga setempat, Bahtiar mengatakan korban sendiri merupakan seorang perempuan yang sehari-harinya bekerja sebagai pengamen. Ia tinggal di kos bersama dengan ibu dan kakaknya, namun berbeda kamar. Selain keluarga korban, juga ada penghuni kos yang lain. Mereka berprofesi sebagai pengamen dan pemulung.

Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr Harjono Ponorogo.

“Kalau meninggal pastinya saya tidak tahu, nanti biar hasil identifikasi polisi. Cuma pemilik kos sudah sering saya ingatkan untuk meminta kartu identitas para penghuni kos, tapi punya korban ini katanya KTP-nya dibawa kabur suaminya,” tandas Bahtiar.

Saat ini jenazah korban dibawa ke RSUD dr Harjono Ponorogo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab tewasnya korban.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia menambahkan hasil dari pemeriksaan luar. Korban mengalami luka pada bagian bibir dan alat kelamin. “Kami temukan luka di bibir luar dan dalam serta di alat kelamin,” jelas Niko.

Saat ini ada tiga orang saksi yang dimintai keterangan yakni pemilik kos, ibu korban dan kakak korban. Korban ditemukan pertama kali oleh ibu korban. “Sementara hasilnya penganiayaan yang menyebabkan pembunuhan, untuk terduga pelaku masih kami dalami menunggu hasil pemeriksaan saksi dan penyelidikan tim di lapangan,” pungkas Niko. (Din/RED)