PRINGSEWU, BeritaTKP.com – Misteri hilangnya pensiunan guru PNS bernama Kaliman (82), warga Pekon Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, akhirnya terungkap. Setelah 13 hari dilaporkan hilang, jasad korban ditemukan mengapung di aliran sungai setempat, Minggu (1/2/2026).
Kapolres Pringsewu AKBP M Yunnus Saputra memastikan jasad yang ditemukan tersebut merupakan Kaliman. Kepastian identitas diperoleh setelah Tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu bersama tim medis RSUD Pringsewu melakukan proses identifikasi serta pengenalan langsung oleh pihak keluarga.
“Hasil identifikasi memastikan bahwa jasad yang ditemukan di aliran sungai adalah Mbah Kaliman yang sebelumnya dilaporkan hilang. Keluarga juga telah mengonfirmasi identitas korban,” ujar Yunnus.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Junaidi saat sedang mencari cacing sutra di sungai sekitar pukul 12.00 WIB. Saat ditemukan, posisi tubuh korban berada di tepi aliran sungai.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti,” jelas Yunnus.
Pihak keluarga telah menerima hasil identifikasi tersebut dan jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Aparat kepolisian juga menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.
Sebelumnya, Kaliman dilaporkan hilang sejak Senin (19/1/2026). Saat itu, korban meminta anaknya, Heli, untuk mengantarnya ke kebun di wilayah Pekon Gadingrejo Timur yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumah. Namun karena Heli harus ke Bandar Lampung dan tidak bisa menjemput, korban tetap berangkat dengan alasan akan pulang berjalan kaki.
Sekitar pukul 13.30 WIB, Heli mendapati ayahnya belum kembali ke rumah. Pencarian kemudian dilakukan ke kebun dan jalur yang biasa dilalui korban, namun tidak membuahkan hasil. Tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, Satpol PP, dan warga setempat sempat memperluas area pencarian hingga hampir tiga kilometer dari lokasi awal.
Dalam proses pencarian, petugas menemukan sejumlah barang milik korban berupa cangkul dan arit di kebun tempat terakhir korban beraktivitas. Namun saat itu, keberadaan korban masih belum diketahui hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.(æ/red)





