Bangkalan, Berita TKP.com — Setelah melalui rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, panitia akhirnya resmi dibubarkan. Kegiatan pembubaran berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan yang dilaksanakan dibalai desa Banyusangka. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa, Ketua BPD, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh pemuda serta para juragan nelayan yang turut memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh panitia. Sabtu, 04-09-2026
Selama rangkaian perayaan berlangsung, berbagai kegiatan telah sukses digelar dengan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Semangat gotong royong, kebersamaan, dan persatuan menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan seluruh agenda kemerdekaan. Pembubaran panitia bukanlah akhir dari kebersamaan, melainkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun semangat baru dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan berikutnya.
Kepala Desa, Ketua BPD, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh panitia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung seluruh rangkaian kegiatan. Dari kebersamaan inilah semangat kemerdekaan terus hidup.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 telah terlaksana dengan baik. Kami menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa, Ketua BPD, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi.
Kami menyadari sebagai ketua panitia beserta anggota masih banyak kekurangan selama pelaksanaan kegiatan. Karena itu, kami memohon maaf apabila ada kesalahan maupun hal-hal yang kurang berkenan. Harapan kami, semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah terbangun selama kegiatan ini tidak berhenti setelah panitia dibubarkan, tetapi terus menjadi kekuatan untuk membangun desa. Ungkap ketua panitia H Mukromin
Kepala Desa Banyusangka H. Abd Syukur S.H. juga menyampaikan pesan dan harapan
“Semoga suksesnya rangkaian HUT RI ke-81 menjadi bukti bahwa ketika masyarakat bersatu dan bergotong royong, berbagai kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bekerja keras, meluangkan waktu dan tenaga demi menyukseskan kegiatan ini.
Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi modal untuk membangun desa yang lebih maju, aman, rukun, dan sejahtera.
Panitia boleh dibubarkan, tetapi semangat kebersamaan jangan pernah berakhir.
Dari sebuah perayaan kemerdekaan, kita belajar tentang arti gotong royong, persatuan, pengorbanan, dan kepedulian. Semoga kebersamaan ini terus tumbuh dan menjadi energi positif untuk membangun desa Banyusangka yang lebih baik di masa yang akan datang, imbuh ketua LSM GARABS Moh Junaidi Syah.
Ditutup dengan doa dan harapan dari tokoh agama Ustadz H. Mahmudi.
Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga. Mari kita jadikan semangat kemerdekaan sebagai semangat untuk menjaga kerukunan, saling menghormati, dan membangun kehidupan masyarakat yang penuh kebersamaan.”(I”m/Hus)





