
Surabaya, BeritaTKP.com – Karyawan buruh pelaku penendang petugas Satpol PP Surabaya kabarnya telah menyerahkan diri kepada polisi, pada Senin (4/12/2023) malam. Pelaku berinisial RT (26) itu diantar temannya yang juga sesame buruh ke Mapolrestabes Surabaya, sekitar pukul 23.00 WIB.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengatakan, bahwa pelaku RT menyerahkan diri kepada untuk meminta berdamai. “Tapi demikian kami tetap melaksanakan mekanisme penyidikan, kami terima yang bersangkutan, kami periksa sebagai saksi,” ujar Hendro di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (5/12/2023).
Berdasarkan alat bukti yang sudah ada pada malam itu juga, Polrestabes Surabaya langsung melakukan gelar perkara. Hasilnya, RT ditetapkan sebagai tersangka.
“Namun, adanya pemohonan agar tidak ada penahanan, sehingga tidak kami tahan. Dengan beberapa alasan, yang bersangkutan koperatif menyerahkan diri, siap hadir dan dikenakan wajib lapor dua kali seminggu,” ungkapnya.
Meski RT meminta damai, proses hukum tetap berjalan. Kasus akan tetap berlanjut selama pelapor tidak mencabut laporan. “Namun jika tidak mencabut maka proses hukum berlanjut,” kata Hendro.
Hendri mengatakan, pelaku diduga lebih dari satu orang. Untuk itu ia menghimbau kepada buruh yang merasa ikut melakukan penganiayaan agar segera menyerahkan diri sebelum dilakukan pengejaran. “Silakan yang merasa ikut mohon lapor, tapi kalau tidak kami masih melanjutkan pengejaran, sampai pelapor mencabut laporan,” pungkas dia.
Diberitakan sebelumnya, Aksi kekerasan dilaporkan terjadi di tengah kerumunan para demonstran buruh pabrik yang berkumpul di Surabaya untuk menyuarakan kenaikan UMK 2024, pada Kamis (30/11/2023) kemarin. Kekerasan tersebut dialami oleh dua orang petugas Satpol PP Surabaya di wilayah pedestrian Jalan A Yani, sekitar pukul 14.30 WIB.
Insiden ini bermula ketika petugas Satpol PP berinisial AM dan TA sedang bertugas menjaga pedestrian kawasan Bundaran Dolog hingga Royal Plaza dengan sepeda angin. Lalu di Jalan A Yani arah masuk Kota Surabaya ditutup ribuan massa.
Ada warga meminta tolong untuk membuka akses jalan agar bisa berangkat bekerja. Petugas Satpol PP pun berinisiatif berbicara ke salah satu pendemo meminta izin agar membuka sedikit akses jalan. Namun, petugas Satpol PP ini justru diserang pendemo. (Din/RED)




