Sleman, BeritaTKP.com – Pelaku pembunuhan seorang perempuan berinisial ERK ,20, warga asal Seyegan yang mayatnya ditemukan dengan kondisi penuh luka di lahan kosong, Jalan Kaliurang KM 17, Sleman, Yogyakarta, Rabu (17/11), adalah seorang siswa SMK, motif yang mendasari pembunuhan ini adalah ingin menguasai harta korban.
Pelaku berinsial WFMB ,16, seorang warga asal Merauke, Papua, pelaku dibekuk usai 12 hari penyelidikan jajaran Polsek, Polres Sleman, dan Polda DIY. Sosok ini disebut tinggal di salah satu asrama salah satu SMK daerah Ngemplak, Sleman.
“Dia masih bersekolah, di SMK kelas XI. Beasiswa dari daerahnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria, pada konferensi pers di Mapolres Sleman, Selasa (30/11).
Penangkapan itu, lanjutnya, dilakukan usai kepolisian melakukan penelusuran berdasarkan keterangan dari para saksi di sekitar TKP.
Polisi juga menemukan kecocokan antara WFMB dan sosok yang disebutkan oleh sejumlah saksi di tempat kejadian pencurian kotak amal, yang terjadi tak lama sebelum pelaku bertemu korban, serta mesin ATM SPBU Mangunan, Pakem, Sleman.
“Kita periksa CCTV, kemudian kita kaitkan dengan peristiwa penemuan mayat dari ERK tersebut, kita menemukan satu profil yang sama. Masyarakat banyak menginformasikan ke kita, polres bekerja secara manual, kami menelusuri jalur perjalanan pelaku sampai kemudian kita menemukan si pelaku ini,” papar Burkan.
Menurut Burkan, pelaku pada mulanya berniat untuk menguasai harta benda milik ERK. Keduanya bertemu saat korban berjalan ke selatan dari arah Rumah Sakit Panti Nugroho.
ERK menolak saat pelaku meminta harta bendanya. Mengetahui sasarannya ternyata adalah perempuan, lanjutnya, muncul niat lain dari WFMB untuk memperkosa korban.
Korban didorong oleh pelaku ke area semak-semak dan di saat situasi sepi. Kejadian ini diperkirakan berlangsung pada 17 November sekitar pukul 00.47 wib sampai 01.30 wib.
“Modus si pelaku menendang korban, menusuk dada korban. Sempat melakukan hubungan seksual dengan korban, mungkin dengan paksaan. Karena korban berteriak, kemudian ditikam sampai meninggal,” ungkap Burkan.
Setelahnya, korban ditinggal begitu saja dengan luka tusuk dan memar di kepala yang akibat benturan benda keras, termasuk ditendang oleh pelaku. Semua informasi ini diperoleh dari keterangan WFMB sendiri lewat proses interogasi.
Dari tangan WFMB, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti. Seperti obeng, dan palu besi, kemudian pakaian, tas, serta topi yang dikenakan pelaku saat beraksi. Polisi juga masih mencari gunting yang diduga dipakai WFMB untuk menikam korban. (RED)






