Situbondo, BeritaTKP.com – Nasib nahas menimpa seorang pelajar berinisial MF, warga Kabupaten Situbondo, yang tewas usai dikeroyok sekelompok pemuda di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo. Peristiwa itu terjadi di sebuah lapangan desa setempat, Minggu (19/5/2024).

Sebelum meninggal, korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo karena mengalami koma. Namun, Pada Seminggu kemudian tepatnya, Minggu (26/5/2024) korban dinyatakan tewas.

Sembilan terduga pelaku dalam pengeroyokan tersebut kini telah diamankan oleh tim opsnal Polres Situbondo. Para terduga pelaku, yang masih di bawah umur, diperiksa oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Situbondo.

“Untuk mendalami kasus pengeroyokan dan peran masing-masing terduga pelaku, mereka masih diminta keterangannya oleh penyidik Satreskrim Polres Situbondo,” ujar Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Momon Suwito Pratomo, Senin (27/5/2024).

Motif peristiwa ini diketahui disebabkan oleh rasa dendam akibat kakak pelaku (D) kalah berkelahi dengan korban. “Awalnya pelaku D mengetahui jika kakak kandungnya kalah berkelahi dengan korban dan ketika di kantin sekolah pelaku D mendapat ejekan dari korban sehingga timbul sakit hati dari pelaku D,” ungkap Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi.

Korban kemudian bertemu pelaku (G) di jalan. Saat itu, dirinya tak enak hati lantaran korban mengejek bahkan membunyikan motor di depannya. Dari sana, mereka kemudian melakukan aksi minum minuman keras di rumah K. Aksi berlanjut hingga larut malam bersama 9 orang kawannya.

Tanpa pikir panjang, pelaku D mengajak pelaku G bersama pelaku Z pergi ke lapangan Desa Kalianget. Tujuannya untuk bertemu dengan korban. Sesampainya di TKP, pelaku D menelepon melalui teman korban. Selanjutnya, korban datang di lokasi bersama dengan 7 orang teman saksi.

Awalnya berjalan santai, pelaku D, pelaku G dan korban ngobrol untuk menyelesaikan permasalahan dalam posisi duduk di bawah. Akan tetapi, secara bersama-sama pelaku dan kawannya melakukan pengeroyokan terhadap korban secara tiba-tiba.

Mereka memukuli korban dengan tangan kosong hingga mengenai seluruh bagian tubuh Korban. Akibatnya, korban mengalami luka dan dalam kondisi koma. Satu minggu dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. (Din/RED)