
LUBUKLINGGAU, BeritaTKP.com — Kasus tewasnya Sukri, pedagang pisang molen di kawasan Pasar Inpres, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, masih diselidiki polisi.
Sukri meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan pada Selasa (6/10/2026). Polisi kini masih memburu dua terduga pelaku berinisial HT dan UJ.
Dugaan sementara, aksi penusukan tersebut dipicu persoalan antara HT dengan korban. Namun, keluarga Sukri membantah tudingan bahwa korban kerap mengganggu istri HT.
Polisi Sebut Ada Tuduhan Ganggu Istri
Sebelumnya, polisi menyebut HT menuduh Sukri sering mengganggu istrinya, Yuyun.
Yuyun diketahui kerap berada di sekitar kawasan Pasar Inpres. Tuduhan tersebut diduga menjadi pemicu terjadinya penusukan terhadap Sukri.
Namun, keterangan tersebut dibantah pihak keluarga korban.
Keluarga Ungkap Versi Berbeda
Rizal Effendi, anak Sukri, mengatakan kejadian bermula sehari sebelum ayahnya ditusuk.
Pada Senin (5/10/2026), adik Rizal disebut sedang bermain di dekat gerobak tempat Sukri berjualan. Saat itu, Yuyun datang dan mengambil botol minum milik adiknya hingga membuatnya menangis.
Sukri kemudian menegur Yuyun karena kejadian tersebut.
“Karena dimarahi Bapak, Yuyun pergi sambil mengancam akan melaporkan hal itu ke suaminya yakni HT,” kata Rizal, Rabu (7/10/2026).
Menurut keluarga, persoalan tersebut berbeda dengan tudingan bahwa Sukri mengganggu Yuyun.
Sukri Meninggal Setelah Dibawa ke Rumah Sakit
Rizal mengaku baru mengetahui ayahnya menjadi korban penusukan setelah mendapat kabar dari ibunya pada Selasa (6/10/2026).
Saat itu, Sukri telah dibawa ke Rumah Sakit AR Bunda Lubuklinggau.
“Ibu ngomong Bapak ditusuk orang dan sudah dibawa ke RS Bunda. Siangnya bapak meninggal dunia,” ujar Rizal.
Dua Terduga Pelaku Masih Diburu
Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP M Kurniawan Azwar mengatakan penyidik masih melakukan penyelidikan dan memburu dua terduga pelaku.
“Masih dilakukan proses penyelidikan, para pelaku masih kita buru,” kata Kurniawan.
Peristiwa penusukan sebelumnya disebut terjadi di kawasan Pasar Inpres, Jalan Panorama, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban saat itu sedang berjualan pisang molen ketika didatangi HT. Polisi menyebut terjadi perselisihan yang kemudian berujung pada aksi penusukan.
Sukri sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi akhirnya meninggal dunia.
Yuyun Diamankan Satpol PP
Di tengah penyelidikan kasus tersebut, Yuyun diamankan petugas Satpol PP Lubuklinggau pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Pasar Inpres.
Sekretaris Satpol PP Lubuklinggau Muhamad Syarifian mengatakan petugas sebelumnya menerima laporan mengenai Yuyun yang disebut mengganggu warga di kawasan Belalau.
Yuyun kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial Lubuklinggau untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami rangkaian kejadian yang berujung pada meninggalnya Sukri serta mengejar dua terduga pelaku.(æ/red)





