SIDOARJO, BeritaTKP.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, turun langsung ke blok hunian untuk menyapa warga binaan, mendengarkan keluhan, sekaligus memeriksa kondisi fasilitas kamar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana hunian tetap berfungsi dengan baik serta mendukung kenyamanan warga binaan selama menjalani pembinaan.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk perhatian pimpinan terhadap kondisi nyata di lapangan. Melalui dialog secara langsung, Kalapas memberikan ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan kendala maupun kebutuhan yang memerlukan perhatian dari pihak lapas.
Dengarkan Keluhan Warga Binaan Secara Langsung
Dalam kunjungannya, Disri Wulan Agus Tomo berinteraksi dengan warga binaan untuk mengetahui berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan hunian.
Pendekatan ini diharapkan memperkuat komunikasi antara pimpinan dan warga binaan sehingga berbagai keluhan dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Selain berdialog, Kalapas juga meninjau kondisi kamar hunian beserta fasilitas yang digunakan warga binaan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mengetahui secara langsung kondisi sarana dan prasarana, termasuk fasilitas yang mengalami kerusakan atau membutuhkan pemeliharaan.
Keran Air hingga Fasilitas Kecil Jadi Perhatian
Dari hasil peninjauan, Kalapas menginstruksikan jajaran terkait agar melakukan pemeriksaan dan pendataan fasilitas kamar hunian secara rutin dan berkala.
Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kerusakan besar atau fasilitas yang terlihat mencolok. Sarana sederhana yang kerap luput dari perhatian juga harus dipastikan berfungsi dengan baik.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah keran air. Meski terlihat sederhana, keberadaan keran air yang berfungsi dengan baik berperan penting dalam menunjang kebutuhan kebersihan dan sanitasi warga binaan.
Karena itu, setiap kerusakan maupun kendala pada fasilitas hunian perlu dicatat agar dapat menjadi dasar tindak lanjut pemeliharaan dan perbaikan.
Pemeriksaan Berkala untuk Mencegah Kerusakan Lebih Besar
Kalapas menekankan bahwa pemeriksaan fasilitas tidak seharusnya hanya dilakukan setelah muncul keluhan atau ketika kerusakan sudah terjadi.
Pendataan yang teratur diperlukan untuk mengetahui kondisi sarana secara menyeluruh, mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, serta menentukan langkah pemeliharaan yang sesuai.
Dengan sistem pemeriksaan yang berkelanjutan, jajaran lapas diharapkan lebih tanggap terhadap kondisi lingkungan hunian. Perhatian terhadap hal-hal kecil juga dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
Perkuat Pelayanan dan Pembinaan di Lapas Sidoarjo
Kegiatan menyapa, mendengar, dan memastikan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Sidoarjo dalam memperkuat pengawasan internal sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan.
Kehadiran pimpinan secara langsung di blok hunian diharapkan mendorong jajaran untuk lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
Melalui pengawasan berkelanjutan dan tindak lanjut yang tepat, Lapas Kelas IIA Sidoarjo berupaya mewujudkan lingkungan hunian yang layak, aman, bersih, dan nyaman sebagai bagian dari pelaksanaan pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak”, yang menekankan pentingnya kerja nyata dan peningkatan kualitas pelayanan. (yanto)





