BATU, BeritaTKP.com – Pemerintah berencana mengubah Pasar Among Tani Kota Batu menjadi pusat grosir modern dengan dukungan APBN Rp166,7 miliar.
Revitalisasi pasar akan menghadirkan ruang ekonomi kreatif sekaligus etalase produk UMKM lokal.
Digitalisasi sistem pengelolaan juga akan diterapkan untuk memperkuat ekosistem perdagangan. Wali Kota Batu Nurochman menilai langkah ini sebagai upaya progresif memperkuat ekonomi rakyat.
Rencana Revitalisasi Pasar Induk Among Tani
Agar lebih ramai dan menarik, Pasar Induk Among Tani Kota Batu akan direvitalisasi. Rencananya pasar yang dibangun menelan anggaran APBN sebesar Rp 166,7 miliar itu akan dibuat menjadi pusat grosir, etalase produk UMKM, sekaligus ruang ekonomi kreatif yang didukung pemanfaatan teknologi digital.
Soal rancangannya, pemaparan draft konsep penguatan ekosistem Pasar Among Tani telah disampaikan ke Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu bersama komunitas Arek Enom Pasar dan perwakilan Batuversity pada Jumat (6/3/2026) lalu di Rumah Dinas Wali Kota.
Terkait rencana revitalisasi ini, Nurochman menyatakan dukungan terhadap gagasan pengembangan pasar yang lebih modern dan terintegrasi.
Ia menilai pendekatan yang mengedepankan solusi teknis dan orientasi masa depan merupakan langkah progresif untuk memperkuat peran pasar sebagai pusat ekonomi rakyat.
“Konsep digitalisasi dan sistem pengelolaan yang ditawarkan kemarin sudah baik, namun harus terintegrasi. Arek Enom Pasar dan Batuversity harus berjalan bersama, tidak sendiri-sendiri,” kata Nurochman, Minggu (8/3/2026).
Selain itu Nurochman juga meminta kesiapan data riil pedagang sebagai dasar perumusan kebijakan penataan pasar dan meminta perangkat daerah terkait segera menuntaskan pendataan jumlah pedagang, luas lapak, serta status hunian pasar agar proses penataan dapat berjalan transparan dan akuntabel.
Sementara itu Heli Suyanto memberikan komando kepada perangkat daerah untuk segera menyiapkan langkah implementasi yang konkret.
“Termasuk pemetaan anggaran serta simulasi model pengelolaan pasar yang berkelanjutan, agar transformasi pasar dapat memberikan dampak nyata bagi pedagang dan masyarakat,” jelas Heli Suyanto.
Saat pemaparan informasinya komunitas Arek Enom Pasar memaparkan sejumlah gagasan penguatan fungsi pasar sebagai pusat distribusi sekaligus etalase produk UMKM lokal.
Sedangkan tim Batuversity menyampaikan konsep pengembangan pasar sebagai ruang publik kreatif yang memadukan revitalisasi fisik, aktivasi ruang komunitas, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk pedagang.(red/Imam)





