NGANJUK, BeritaTKP.com – Kebakaran hebat melanda pabrik wood pellet atau pelet kayu milik PT Global Energi Biomas yang berada di Dusun Jatisari, Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Minggu malam hingga Senin dini hari, 20 April 2026.

Laporan kebakaran diterima petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pos Rejoso sekitar pukul 22.35 WIB. Tak lama setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar lima menit kemudian untuk melakukan upaya pemadaman.

Kepala Dinas Damkarmat Nganjuk, Imam Ashari, menjelaskan bahwa proses pemadaman berlangsung cukup sulit lantaran material kayu di lokasi sangat mudah terbakar sehingga api cepat membesar.

“Petugas tiba di lokasi pukul 22.40 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merambat lebih luas,” ujar Imam, Senin (20/4/2026).

Kebakaran pertama kali diketahui oleh penjaga malam saat melakukan patroli rutin di area pabrik. Saat itu, api disebut sudah membesar sehingga penjaga langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Pos Damkar Rejoso.

“Penjaga malam melihat api sudah membesar. Kemudian meminta tolong warga dan melaporkan ke Pos Damkar Rejoso,” jelas Imam.

Untuk menangani kebakaran tersebut, empat unit armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Penanganan melibatkan Pos Damkar Rejoso, Mako Damkar Nganjuk, serta Pos Damkar Lengkong. Selain itu, proses pemadaman juga mendapat bantuan dari kepolisian, TNI, perangkat desa, hingga warga sekitar.

Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada Senin dini hari sekitar pukul 01.20 WIB.

Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa. Meski demikian, material berupa wood pellet atau pelet kayu dilaporkan hangus terbakar. Sementara itu, bangunan utama pabrik disebut masih tetap utuh.

“Korban jiwa nihil. Namun kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp25 juta,” tambah Imam.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dinas Damkarmat juga mengingatkan pihak pengelola pabrik agar meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh kepolisian. Kami juga mengingatkan pemilik pabrik agar sistem keamanan dan pengawasan ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa,” pungkas Imam.(æ/red)