SOLO, BeritaTKP — Suasana Warung Ayam Bengawan di sekitar kawasan Solo Safari mendadak ramai setelah seekor orang utan bernama Didi masuk ke dalam area warung. Satwa tersebut sebelumnya diketahui keluar dari kandangnya dan sempat berkeliaran hingga mendekati tempat makan warga.

Pengelola Warung Ayam Bengawan, Benny, mengaku terkejut ketika melihat orang utan tiba-tiba masuk ke dalam warung yang saat itu sedang ramai pengunjung.

“Begitu masuk, semua kaget. Kami dan pengunjung langsung menepi karena tidak menyangka ada orang utan masuk dari arah Solo Safari,” ujar Benny.

Menurut Benny, Didi tidak menunjukkan perilaku agresif selama berada di dalam warung. Satwa tersebut sempat berdiri di salah satu sisi ruangan sebelum bergerak lebih jauh ke dalam area makan.

Orang utan tersebut diketahui berada di dalam warung selama kurang lebih 10 menit. Didi terlihat melihat-lihat kondisi sekitar sebelum akhirnya mendekati area makanan.

Melihat kondisi tersebut, salah seorang karyawan kemudian memberikan potongan ayam goreng kepada Didi. Tak disangka, orang utan tersebut langsung menyantap makanan yang diberikan.

“Diberi ayam goreng, langsung dimakan. Sepertinya memang sedang lapar,” kata Benny.

Tidak lama kemudian, petugas Solo Safari datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Didi berhasil diarahkan keluar dari warung dan kemudian dikembalikan ke area kandangnya.

Juru Bicara Solo Safari, Danu Widi Krismara, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan Didi kini telah diamankan dan berada dalam penanganan tim kesehatan hewan Solo Safari.

“Penanganan dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan satwa. Orang utan berhasil diamankan dan dikembalikan ke exhibit dalam kondisi terkendali,” jelas Danu.

Danu menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara hati-hati karena orang utan merupakan satwa yang dilindungi. Setelah kejadian tersebut, Solo Safari melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan kandang untuk mengetahui penyebab satwa dapat keluar dari area tersebut.

Hasil evaluasi nantinya akan digunakan sebagai bahan perbaikan guna memperkuat sistem pengamanan, sehingga kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari.

Solo Safari juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengunjung yang sempat terdampak akibat kejadian tersebut. Pihak pengelola memastikan akan meningkatkan pengamanan demi keselamatan pengunjung, petugas, dan satwa.(æ/red)