Bogor, BeritaTKP.com – Seorang artis pemain FTV berinisial DPA beserta dengan dua orang rekannya yang berinisial DP dan JKD membuat laporan ke Polresta Bogor Kota terkait tindak pidana penganiayaan.
Laporan itu dibuat di Polresta Bogor Kota. Sedangkan penganiayaan terjadi saat mereka berada di Tempat Hiburan Malam (THM) Zentrum KTV dan Lounge La’Mocca Resto dan Cafe di Jalan Pajajaran, Kota Bogor.
“Benar jadi ada laporan. Laporannya tanggal 15 Januari jam 5 sore. Kejadiannya tanggal 14 Januari,” kata Kepala Sub Seksi Penerangan Masyarakat Polresta Bogor, Iptu Rahmat Gumilar, Senin (17/1).
Rahmat mengatakan, polisi tidak mengetahui bahwa yang membuat laporan tersebut adalah seorang artis pemain FTV. Namun pada prinsipnya, setiap laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti.
“Kalau artis kita tidak tahu yang terpenting masyarakat yang laporan. Kita tidak tahu itu artis atau bukan ya. Tidak identik ya,” jelas Rachmat.
Terkait laporan tersebut, kata Rachmat, saat ini masih dalam penyelidikan Polresta Bogor Kota.
“Benar ini masih dalam proses penyelidikan penanganan Polresta Bogor Kota. Untuk mengumpulkan saksi-saksi dan bukti. Keterlibatannya seperti apa,” ucap dia.
Dari informasi, DPA bersama DP dan JKD berniat ingin melerai keributan saat rekannya berinisial MR dikeroyok di tempat hiburan malam itu. Namun ketiganya ikut dikeroyok saat berusaha melerai keributan tersebut.
Menurut MR, pengeroyokan bermula saat dirinya bersama tiga rekannya di THM Zentrum. Sesampainya di lokasi, ternyata sudah penuh. Saat hendak pulang, MR melihat rekannya sedang terlibat cekcok dengan seseorang.
“Sekitar pukul 02.45 WIB dini hari, saya hendak pulang lewat lorong di Zentrum, namun saya melihat teman saya sedang adu argumen dengan orang tak dikenal, saya coba melerai namun teman saya coba buat maju lagi,” kata MR.
“Tiba-tiba datang satu orang tak dikenal narik saya dan tiba-tiba mukul saya dibagian dada, saya coba membela diri, namun saya malah diserang dan di situ saya dikeroyok,” tambah dia,.
MR mengaku, tidak mengenal pelaku yang berjumlah tiga orang. Saat itu satpam sempat memisahkan. Namun saat keluar lokasi, tiba-tiba ada orang yang kembali memukulnya.
“Datang lagi satu orang tak dikenal keluar dari Zentrum tiba-tiba ngehajar saya dan membenturkan kepala saya ke tembok sebanyak lima kali,” jelasnya.
Tiga rekannya DPA, DP dan JDK yang mencoba melerai juga ikut dipukuli.
Akibat peristiwa itu, MR mengalami luka pada bagian kepala belakang. Sedangkan, DPA mengalami luka memar di dada dan punggung serta lecet di tangan.
Kemudian DP mengalami luka sobek di bagian dalam hidung sebelah kanan dan pipi di kanan bengkak. Terakhir JDK, mengalami luka lebam muka kanan, tangan dan kaki sedikit bengkak. (RED)






