Jombang, BeritaTKP.com – Seorang remaja perempuan terjatuh saat ia nekat bergabung dengan 9 pemuda punk menaiki bak truk tronton di simpang 3 Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Gadis tidak diketahui identitasnya tersebut tewas seketika karena kepalanya membentur aspal saat terjatuh dari bak truk, Kamis (8/9/2022).

Rekan korban yakni pemuda berinisial AK (15) mengaku tidak mengetahui nama korban. Gadis itu hanya mengaku ia berasal dari Pagu, Kediri. Menurut AK, korban baru datang ke Jombang pada Rabu (7/9/2022) kemarin. “Dia (korban) datang sendirian kemarin, saya tidak kenal, tiba-tiba bergabung,” kata AK, Kamis (8/9/2022).

Pagi tadi sekitar pukul 09.45 WIB, korban bersama 9 pemuda punk lainnya menumpang truk tronton di simpang 3 Desa Cukir. Truk tanpa muatan itu berhenti di lampu merah tersebut dari selatan ke utara atau dari arah Kediri ke Jombang.

Sembilan anak punk berhasil naik ke bak truk. Namun saat giliran korban memanjat bak bagian belakang ketika truk mulai berjalan, saat itulah AK mendengar teriakan korban. “Korban sempat teriak ketika terjatuh,” terangnya.

9 pemuda punk ikut mengantar jasad korban ke RSUD Jombang.

Tukang becak di simpang 3 Cukir Slamet (57) menjelaskan korban terjatuh ketika memanjat bak bagian belakang dump truck tronton. Nahas, posisi gadis yang mengaku asal Kediri itu terjatuh dengan kepala lebih dulu membentur aspal. Sehingga korban tewas di lokasi. “Korban terjatuh dengan kepala duluan, kondisinya meninggal di lokasi,” jelasnya.

Kanit Sabhara Polsek Diwek Iptu Slamet Hariyono bersama beberapa anggotanya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan warga ketika berpatroli. Ia sempat menggali keterangan dari para saksi mata.

Slamet membenarkan remaja perempuan itu terjatuh ketika berusaha menumpang truk tronton di simpang 3 Cukir. Korban tewas di lokasi karena saat terjatuh kepalanya lebih dulu menghantam jalan aspal. Jenazahnya telah dievakuasi ke RSUD Jombang.

“Kata temannya, korban dari Pagu, Kediri. Namun, tidak ada yang kenal namanya. Korban juga tidak membawa kartu identitas, usianya di bawah 17 tahun,” ungkap Slamet.

Sementara truk yang akan ditumpangi anak-anak punk itu langsung kabur dari lokasi. Sehingga belum diketahui identitasnya. Kasus kecelakaan ini selanjutnya ia serahkan ke Satlantas Polres Jombang. “Teman-teman korban biar dimintai keterangan pihak lalu lintas. Mereka ikut mengantar ke RSUD Jombang,” tandasnya. (Din/RED)