
Surabaya, BeritaTKP.com – Momentum Hari Raya Idul Adha yang menjadi perayaan besar berkumpul bersama keluarga menjadi momen berdarah di Jalan Kunti, Kota Surabaya, pada Kamis (29/6/2023) kemarin pagi.
Dua orang pria masing-masing bernama Faisal dan Harianto terus meringis sembari menahan sakit di perutnya usai menerima tusukan pisau dari pelaku yang diketahui masih saudara kandung dari kedua korban, yakni SL.
Menurut keterangan salah satu tetangga korban, Sri mengatakan bahwa korban Faisal adalah pemuda yang selalu mengumandangkan adzan di setiap sholat. “Ia adalah sosok baik yang peduli dengan tetangganya,” tambah Sri.
Aksi berdarah tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 04.45 WIB pagi tepat setelah Faisal melaksanakan shalat berjamaah di Mushola samping rumahnya. Bapak satu anak itu akhirnya tewas dengan dua luka tusuk di perut.
Selain Faisal, pelaku SL juga sempat menusuk keponakannya sendiri Harianto (19). Beruntung, Harianto kondisinya lebih stabil dan lolos dari maut. Kini ia masih menjalani pemulihan di RS Soewandi.
Berdasarkan keterangan dari salah satu keluarga korban, yakni Maya, pelaku SL pada pagi itu, secara tiba-tiba pulang ke rumah untuk minta uang kepada ibunya yang sudah tua renta. Anak ke-empat dari lima bersaudara ini lantas marah-marah sebab tak kunjung diberi uang oleh ibunya. Ia bahkan mengumpati ibu kandungnya.
Teriakan tersebut seketika terdengar oleh seluruh jamaah di Mushola yang posisinya bersebelahan dengan rumah korban, termasuk Faisal. Sementara itu, Faisal usai melaksanakan sholat subuh tak sempat berdzikir, ia langsung menghampiri rumah dan meminta agar SL tenang.
Bapak yang masih mempunyai anak berumur 5 bulan itu lantas membentak SL dan menariknya keluar rumah. Lantaran tak terima, SL mengeluarkan pisau yang tak tahu diambil dari mana. “Faisal dapat dua tusukan, sempat guling-guling karena berantem. Saat berantem itu, Harianto yang juga masih keluarga melihat dan berniat melerai,” imbuh Maya.
Harianto yang mulanya berniat memisahkan keduanya, malah kena tusukan pisau hingga membuatnya jatuh terkapar. Melihat kedua saudaranya tumbang bersimbah darah, SL kemudian melarikan diri.
Maya yang sedari tadi di dalam rumah lantas keluar. Ia melihat, dua orang sudah terkapar dengan darah yang terus keluar. Ia pun meminta pertolongan warga. “Sempat dibawa ke RS Soewandhi. Namun, karena lukanya parah, Faisal dirujuk kembali ke RSUD dr. Soetomo. Namun, setelah menjalani perawatan, Faisal meninggal dunia.” tutur Maya.
Maya telah melaporkan kejadian penusukan tersebut ke Polsek Semampir. Ia berharap SL segera ditangkap, meski SL dianggap gila oleh keluarganya karena sering terlihat berbicara sendiri dan marah-marah tak jelas. (Din/RED)




