
DIY, BeritaTKP.com – Nama Mohan Hazian ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul unggahan seorang perempuan yang mengaku mengalami kekerasan seksual oleh sosok berinisial M saat sesi foto. Unggahan tersebut viral dan kemudian dikaitkan dengan Mohan Hazian.
Mohan dikenal sebagai pemilik brand lokal serta penulis sejumlah buku. Setelah namanya dikaitkan dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @mohanhazian.
Dalam pernyataannya, Mohan mengaku sempat berencana menggelar konferensi pers, namun akhirnya memilih menyampaikan klarifikasi secara tertulis.
Bantah Tuduhan Pemerkosaan
Dalam klarifikasinya, Mohan membantah keras tudingan pemerkosaan yang diarahkan kepadanya.
“Saya bukan seorang pemerkosa dan saya tidak pernah memperkosa siapa pun,” tulisnya.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengakui memiliki kekurangan sebagai manusia. Mohan juga mengakui pernah mengambil keputusan di masa lalu yang tidak bijak dan berdampak pada keluarganya.
“Semua kesalahan yang terjadi di masa lalu adalah murni kekhilafan saya dengan wanita lain. Namun kejadian tersebut telah memberikan dampak kepada istri dan anak saya,” tulisnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tudingan pemerkosaan tidak benar.
Siap Terima Konsekuensi
Mohan menyatakan siap menerima konsekuensi atas situasi yang berkembang, termasuk kehilangan pekerjaan dan kepercayaan publik.
“Apa pun penilaian yang berkembang saat ini, saya menerima berbagai konsekuensi yang muncul dalam hidup saya sebagai bagian dari proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia juga meminta agar orang-orang di sekitarnya yang tidak mengetahui persoalan tersebut tidak ikut dilibatkan.
“Saya memohon agar orang-orang di sekeliling saya yang tidak mengetahui apa pun mengenai persoalan ini tidak ikut disangkutpautkan,” tulisnya.
Mohan berharap proses yang berjalan dapat disikapi secara jernih dan adil, serta menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa kecewa atau terluka.
Shira Media Hentikan Kerja Sama
Sebelumnya, penerbit Shira Media memutuskan menarik seluruh buku karya Mohan Hazian dari peredaran. Dalam pernyataan resmi tertanggal 9 Februari 2026, penerbit menyatakan menghentikan seluruh aktivitas komersial terkait karya Mohan, termasuk pencetakan ulang, distribusi, promosi, dan kerja sama penerbitan di masa mendatang.
Shira Media menyebut langkah tersebut sebagai bentuk komitmen menjaga etika dan integritas serta mendukung proses penanganan yang transparan dan berpihak pada korban.(æ/red)





