SURABAYA, BeritaTKP.com — Dugaan ucapan bernuansa seksis yang disebut dilontarkan seorang dosen saat mengajar mata kuliah Bela Negara di UPN Veteran Jawa Timur menjadi perhatian setelah informasi tersebut beredar di media sosial.
Mahasiswa UPN Veteran Jatim berinisial KA mengatakan dirinya menerima informasi dari sejumlah mahasiswa mengenai ucapan dan perilaku dosen yang dinilai tidak pantas selama proses perkuliahan. Informasi tersebut kini masih dalam tahap pendalaman dan advokasi oleh BEM FISIP UPN Veteran Jatim.
Bermula dari Menfess di Media Sosial
KA menyebut informasi awal muncul setelah sebuah menfess berisi cerita mengenai dosen mata kuliah Bela Negara tersebar di media sosial.
Dalam unggahan tersebut, dosen disebut beberapa kali membahas hal-hal yang dinilai mengandung unsur seksis ketika berada di ruang kelas.
Setelah informasi itu beredar, KA mengaku menerima cerita lain dari sejumlah mahasiswa yang menyampaikan keresahan maupun pengalaman yang dinilai serupa. Beberapa menfess lain kemudian muncul dengan berbagai cerita mengenai ucapan dan perilaku dosen tersebut.
Informasi Mengenai Ucapan di Dalam Kelas
Salah satu informasi yang diterima KA berkaitan dengan pembahasan materi empat sehat lima sempurna. Menurut keterangan informan, pembahasan kemudian mengarah pada susu.
Dosen tersebut disebut membuat pernyataan mengenai laki-laki dan susu, sebelum pembicaraan diarahkan kepada keberadaan mahasiswa perempuan di kelas.
KA menyebut seorang mahasiswi kemudian menyampaikan bahwa ucapan tersebut dianggap tidak lucu. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terjadi percakapan lanjutan hingga mahasiswi tersebut memilih meninggalkan ruang kelas karena merasa tidak nyaman.
KA mengatakan dosen tersebut kemudian menyampaikan bahwa dirinya tidak bermaksud menyinggung.
Selain informasi tersebut, BEM juga menerima keterangan mengenai beberapa ucapan lain yang dinilai bernuansa seksis. Salah satunya berkaitan dengan pembahasan mengenai istilah “dimadu”.
Namun, KA menegaskan seluruh informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum menjadi kesimpulan mengenai pelanggaran yang dilakukan pihak tertentu.
BEM Kumpulkan Keterangan
BEM FISIP UPN Veteran Jatim saat ini melakukan advokasi sekaligus mengumpulkan keterangan dari para informan untuk memastikan kronologi dan informasi yang beredar.
Proses tersebut juga dilakukan dengan memperhatikan hak serta keamanan mahasiswa yang memberikan keterangan.
BEM menyatakan akan berkoordinasi dan menggunakan mekanisme yang sesuai untuk menindaklanjuti dugaan tersebut apabila informasi yang dikumpulkan telah memadai.
Satgas PPKS UPN Jatim Turun Tangan
Sebelumnya, informasi mengenai dugaan ucapan bernuansa seksual dari seorang dosen UPN Veteran Jatim juga viral melalui unggahan Instagram Story.
Pihak kampus telah merespons informasi tersebut melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Humas UPN Veteran Jatim Nizwan Amin mengatakan Satgas PPKS telah melakukan penelusuran, mengumpulkan bukti serta memanggil dosen yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.
Pemanggilan tersebut dilakukan meskipun, berdasarkan keterangan pihak kampus yang dikutip dalam sumber, belum ada laporan resmi dari mahasiswa yang merasa dirugikan.
Dengan demikian, dugaan ucapan maupun perilaku yang beredar saat ini masih berada dalam proses penelusuran dan pendalaman oleh pihak terkait.(æ/red)





