Banyuwangi, BeritaTKP.Com – Memulai hanya dengan modal Rp 1,2 juta, mahasiswa asal Banyuwangi ini berhasil meraup omzet hingga Rp 30 juta/bulan pada masa pandemi COVID-19 ini.

Suasana rumah mahasiswa berbisnis ikan cupang saat pandemi

Ervando adalah pemilik usaha Surya Bettafish yang berada di Jalan. Kemuning, Kecamatan Glagah Banyuwangi. Toko kecilnya pun dikunjungi Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

Saat kecelakaan pada pertengahan tahun 2017, mahasiswa masih menempuh studi di Malang ini sempat berpikir untuk tidak mungkin bekerja kantoran.

“Lalu datang adik kelas menjenguk dan bercerita kalau berhasil jual ikan cupang senilai Rp 800 ribu. Saya kaget. Ditambah penasaran karena dulu kalau piara ikan cupang empat hari saja mati, ini kok malah ada yang jual dengan harga tinggi. Saya lalu berpikir ikut jualan juga,” ujarnya kepada Bupati Ipuk, Rabu (10/3/2021).

Ervando lalu mencoba memelihara dua ekor cupang dan ternyata berhasil hidup hingga satu bulan. Berbekal ini, dia lalu beli ikan mungil ini secara partai di Medan senilai Rp 1,2 juta. Ikan tersebut dipelihara di tempat kosnya dan dijual secara online.

Tanpa sepengetahuan orangtua, usahanya terus berkembang. Kamar kosnya berubah menjadi tempat display ikan hingga penuh sesak. Uang hasil penjualan dia putar terus untuk mengembangkan usahanya.

Saat pandemi tiba dan mengharuskan kuliah daring, Ervando memboyong dagangannya ke Banyuwangi. Di rumah orang tuanya, usahanya justru berkembang.

Pesanan datang dari Jakarta, Bandung, Riau, Samarinda, Pontianak, dan kota besar lain di Pulau Jawa. Ervando mengaku sebagai spesialis menjual cupang koi. Di tokonya kita bisa menemui jenis nemo, juga jenis halfmoon double tale.

Berkembangnya usaha Ervando ini diiringi dengan peningkatan omzet. Pada pertengahan tahun lalu, dia bahkan menerima pesanan hingga senilai Rp 30 – 40 juta/bulannya. Kini, sebulan rata-rata Rp 10-15 juta.

“Mungkin karena pandemi COVID-19 orang banyak di rumah, ditambah cupang sedang booming, saya bisa menikmati hasil yang tidak pernah saya pikir sebesar ini,” ujarnya.

Pendapatan besar yang didapat digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Ervando kini bisa membayar sendiri biaya kos dan kuliah. Uang yang dia dapatkan digunakan juga untuk mengembangkan usahanya.

Ipuk mengaku bangga dengan apa yang dilakukan Ervando. Bagi dia, sosok Ervando adalah contoh anak muda yang gigih dan mampu menjadikan masalah tidak sebagai penghalang, namun justru jeli melihat peluang lain.  AR/Red