Blitar, BeritaTKP.com – Presiden Joko Widodo telah umumkan kelonggaran aktivitas masyarakat. Penggunaan masker kini tak lagi wajib saat di luar ruangan. Namun, tetap harus menjaga kewaspadaan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, Dr Christine Indrawati mengatakan, sejatinya masyarakat hanya diperbolehkan melepas masker saat berada di luar area tertutup. Alasannya, dengan sirkulasi udara yang cenderung lancar mampu meminimalisir terjangkit virus.
“Boleh lepas masker di tempat terbuka, bukan di dalam gedung. Karena kalau di tempat terbuka itu risiko terkena virus kecil sekali,” ujar dr Christine Indrawati.
Terbitnya keputusan untuk relaksasi masyarakat itu, kata Christine, tidak lepas dari angka penambahan kasus Covid-19 yang cenderung rendah. Yakni, hanya satu atau dua orang terkonfirmasi per hari. Jumlah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan puncak varian Delta tahun lalu.
Christine menambahkan, pemakaian masker yang sedikit longgar itu menjadi tujuan pemerintah untuk mempersiapkan masyarakat menuju endemi. Namun, itu secara bertahap. Misalnya, pemerintah tetap mewajibkan masyarakat agar masker tidak turun saat di dalam gedung. Risiko tertular di ruangan tertutup lebih besar lantaran pergerakan udara yang tidak optimal.
Disinggung soal kekhawatiran terkait pelepasan masker di ruang terbuka, dinkes tetap menaruh rasa waspada. Namun, tidak terlalu khawatir seperti awal pandemi. Itu karena mayoritas masyarakat sudah menerima vaksinasi sehingga imunitas tubuh sudah terbentuk. “Capaian vaksinasi booster masih 14 persen. Sepertinya akan naik saat masa interval selesai,” imbuhnya.
Dia berharap penerapan protokol kesehatan (prokes) tidak ditinggalkan. Mengingat, ancaman virus itu masih ada dan nyata. Sedangkan untuk golongan rentan terinfeksi virus seperti lansia, Christine meminta masker tetap digunakan untuk mengantisipasi sebaran kasus Covid-19 menuju endemi.
Salah satu pengunjung wisata asal Tulungagung, Putri Eka mengaku senang lantaran pemakaian masker bukan lagi hal wajib. Namun, karena sudah menjadi kebiasaan, dia terkadang masih belum bisa sepenuhnya melepas masker. Menurutnya justru ada perasaan yang tidak nyaman.
“Mungkin karena sudah terbiasa, ya. Jadi kalau tidak pakai masker kurang enak aja. Tapi senang lah udah longgar situasinya,” ujarnya. (Din/RED)






