SIDOARJO, BeritaTKP.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo terus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui pelatihan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana. Salah satu program yang dijalankan adalah pelatihan cuci kendaraan untuk membekali warga binaan dengan kemampuan kerja dan peluang usaha.
Program ini tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kedisiplinan, tanggung jawab, ketelitian, serta etos kerja sebagai bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Belajar Keterampilan melalui Praktik Langsung
Dalam pelatihan tersebut, warga binaan mempelajari tahapan mencuci dan merawat kendaraan, mulai dari menyiapkan perlengkapan, membersihkan bagian kendaraan, memperhatikan detail kebersihan, hingga memastikan kendaraan kembali bersih.
Melalui praktik langsung, peserta diharapkan mampu memahami proses pekerjaan secara menyeluruh. Keterampilan ini juga dapat menjadi alternatif untuk mencari pekerjaan di tempat pencucian kendaraan atau mengembangkan usaha secara mandiri setelah bebas.
Kalapas: Pembinaan Harus Memberi Bekal Nyata
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada kegiatan selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
“Melalui pembinaan kemandirian, kami ingin memberikan bekal yang benar-benar dapat dimanfaatkan setelah warga binaan bebas. Harapannya, keterampilan yang mereka pelajari dapat menjadi modal untuk bekerja, membuka peluang usaha, dan menjalani kehidupan yang lebih produktif,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan keterampilan menjadi bagian dari upaya memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus mendorong tumbuhnya kepercayaan diri dan pola pikir yang lebih positif dalam mempersiapkan masa depan.
Siapkan Warga Binaan Kembali Produktif
Lapas Sidoarjo berharap pelatihan cuci kendaraan dapat menjadi salah satu bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan didorong untuk memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan mempelajari keterampilan baru yang berpotensi mendukung kehidupan produktif dan membuka peluang ekonomi ketika kembali ke masyarakat. (YANTO)





