Tangerang, BeritaTKP.com – Anggota TNI Angkatan Darat (AD) berinisial Prada ABS ditemukan meninggal dunia di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diduga sempat terlibat perselisihan di sebuah tempat makan hingga berujung aksi pengeroyokan dan penusukan.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam (18/7/2026). Dalam rekaman tersebut, Prada ABS terlihat terlibat cekcok di halaman sebuah tempat makan sebelum berusaha menyelamatkan diri.

Korban kemudian diduga dikejar oleh sekelompok orang hingga akhirnya mengalami pengeroyokan.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan Prada ABS mengalami luka tusuk dalam insiden tersebut hingga akhirnya meninggal dunia.

“Terjadi aksi pengeroyokan yang disertai penusukan oleh sekelompok masyarakat terhadap Prada ABS yang menyebabkan korban mengalami luka tusuk dan meninggal dunia,” ujar Tri Purwanto, Rabu (22/7/2026).

Jasad Ditemukan Warga di Pinggir Jalan

Keesokan harinya, Minggu (19/7/2026), jasad Prada ABS ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di pinggir Jalan Raya Pondok Hijau Golf.

Saat melakukan pengecekan, warga menemukan Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI milik korban. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh tim gabungan yang terdiri dari Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, Denpom Tangerang, dan Polres Tangerang Selatan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta memburu para terduga pelaku.

Sejumlah Terduga Pelaku Diamankan

Masih pada Minggu malam, tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah orang yang diduga berada di lokasi kejadian. Mereka kemudian dibawa ke Polres Tangerang Selatan untuk menjalani pemeriksaan.

Dari 17 orang yang diperiksa, penyidik menetapkan sembilan orang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan penusukan terhadap Prada ABS. Seluruhnya merupakan warga sipil.

Empat di antaranya berinisial BR (36), RRG (22), MKN (27), dan EYR (21).

Sementara itu, delapan orang lainnya dipulangkan setelah penyidik tidak menemukan adanya keterlibatan dalam peristiwa tersebut.

“Delapan orang saksi lainnya telah dibebaskan karena tidak ada keterlibatan di dalam kejadian tersebut,” kata Tri Purwanto.

Kasus Masih Didalami

Hingga kini, aparat gabungan masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi dan motif di balik dugaan pengeroyokan yang menyebabkan Prada ABS meninggal dunia.

Penyidik juga masih mendalami peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut sebagai bagian dari proses penegakan hukum.(æ/red)