NGANJUK,Beritatkp – Komitmen untuk menjaga kesenian tradisional agar tidak punah terus digaungkan. Komunitas Pecinta Sejarah Budaya dan Ekologi Nganjuk *(KOTASEJUK)* menggelar seminar kebudayaan bertema *”MENJAGA TRADISI, MENINGKATKAN APRESIASI”* dengan fokus pada kesenian Jaranan Pogogan.
Acara seminar diselenggarakan pada:
Hari / Tanggal : Rabu, 28 Oktober 2026
Waktu : Pukul 08.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Aula Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Porabudpar) Kabupaten Nganjuk, Jl. Diponegoro No. 29 Nganjuk.
Seminar ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap mulai memudarnya pemahaman generasi muda terhadap pakem asli Jaranan, khususnya Jaranan Pogogan yang merupakan salah satu kekayaan budaya khas Nganjuk.
Ketua KOTASEJUK menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi kembali para pelaku seni, terutama generasi penerus, tentang nilai historis, filosofi, dan pakem gerak Jaranan Pogogan, sehingga tidak tergerus oleh modernisasi yang kebablasan.
“Jaranan Pogogan bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan. Ada sejarah, ada nilai spiritual, dan ada identitas Nganjuk di dalamnya. Tema Menjaga Tradisi, Meningkatkan Apresiasi kami angkat agar para seniman dan penonton bisa kembali menghargai akar budayanya,” ujarnya.
Acara iniĀ dihadiri oleh berbagai stakeholder kesenian Jaranan di Nganjuk, di antaranya:
PEPIJAR (Perkumpulan Pelestari Jaranan dan Reog)
PAJANG (Paguyuban Jaranan Nganjuk)
Perwakilan sanggar Jaranan, Budayawan, Akademisi, dan Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk
Melalui seminar ini, KOTASEJUK berharap terbangun sinergi antara komunitas, paguyuban, pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama melestarikan Jaranan Pogogan sebagai Warisan Budaya yang membanggakan dan memiliki daya tarik wisata budaya.
Acara terbuka untuk umum bagi para pecinta budaya, pelaku seni, mahasiswa, dan media., (widi team)





