Surabaya, BeritaTKP.com – Dengan diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kota Surabaya ini, Wali Kota Eri Cahyadi telah menyiapkan sejumlah srategi agar status PPKM tidak terus meningkat ke level 3.

Salah satu penilaian penting dalam asesmen PPKM kali ini adalah tingkat keterisian rumah sakit atau BOR (Bed Occupancy Rate) RS. Eri meminta agar warga yang terinfeksi gejala ringan agar tidak melakukan isolasi di rumah sakit supaya BOR RS dapat tetap terjaga.

“Sebab, hal ini berpengaruh terhadap kenaikan atau penurunan level. Kasihan saudara-saudara kita yang jualan di embong (jalan). Jadi yang ringan harus ke isolasi terpusat (isoter) seperti di Hotel Asrama Haji (HAH),” pungkas Eri, Rabu (9/2/2022).

Saat ini BOR RS di Surabaya berada di bawah angka 20 persen. Jumlah ini dirasa masih cukup aman untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 sekaligus menjaga Kota Surabaya untuk tidak naik di level 3.

“Sekarang yang dirawat di rumah sakit ada 400 pasien, tapi sebanyak 350 pasien adalah yang bergejala ringan. Kami berkeliling rumah sakit dan sudah berkoordinasi dengan para dokter bila bergejala ringan jangan dirawat di rumah sakit,” tandasnya.

Eri juga meminta agar warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 agar bersedia untuk dikarantina pada lokasi isolasi terpusat (isoter). Dengan ini, penyebaran Covid-19 kepada warga lain terutama di lingkungan terdekat dapat terhindarkan. Selain itu, BOR RS juga masih terjaga di angka rendah.

“Tapi orang-orang menengah ke atas yang takut berada di isoter, bisa memanfaatkan hotel dengan biaya mandiri. Nanti juga akan dipantau oleh rumah sakit, sehingga level ini tidak naik,” imbuhnya. (k/red)