PATI, BeritaTKP – Kasus pecahnya kaca pintu rumah warga di Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, yang sempat diduga menjadi sasaran tembakan mulai menemui titik terang. Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah justru menunjukkan adanya indikasi tekanan dari arah dalam rumah.
Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan, petugas menemukan total 11 butir gotri di sekitar lokasi. Temuan tersebut terdiri dari empat gotri yang sebelumnya ditemukan warga dan tujuh gotri tambahan yang ditemukan saat pemeriksaan lanjutan.
Tim Labfor juga melakukan pengukuran terhadap lubang pada kaca yang mengalami kerusakan. Hasilnya, diameter lubang pada kaca tercatat sekitar 4,6 milimeter, sedangkan gotri yang ditemukan berdiameter sekitar 6,39 milimeter.
Perbedaan ukuran tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik. Gotri yang diamankan berukuran lebih besar dibandingkan lubang pada kaca, sehingga polisi menyimpulkan gotri tersebut tidak melewati lubang yang terdapat pada kaca.
Katim Kasubbid Balistik Metalurgi (Balmet) Bidlabfor Polda Jateng AKBP Totok Tri Kusuma mengatakan pemeriksaan terhadap pola kerusakan kaca menunjukkan adanya sentuhan atau tekanan dari sisi interior rumah.
Temuan itu sekaligus membuat dugaan bahwa kaca rumah ditembak dari luar menjadi tidak sesuai dengan hasil pemeriksaan sementara.
Wakapolresta Pati AKBP Ardyan Ukie Hercahyo membenarkan adanya kerusakan kaca yang diduga berkaitan dengan gotri. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, arah tekanan justru menunjukkan berasal dari dalam rumah.
Meski demikian, polisi belum berhenti pada kesimpulan sementara tersebut. Seluruh gotri yang ditemukan telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui keterkaitannya dengan kerusakan kaca.
Polisi juga masih mendalami penyebab pasti pecahnya kaca pintu rumah tersebut. Termasuk memastikan bagaimana benda-benda tersebut bisa berada di dalam rumah.
Sebelumnya, peristiwa ini sempat menimbulkan perhatian karena terjadi ketika sejumlah warga Pati bersiap mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta. Pemilik rumah, Sri Suryati, mengaku menemukan empat butir gotri di bagian dalam rumah ketika sedang membersihkan rumah.
Sri sempat menduga kejadian tersebut berkaitan dengan rencana keberangkatan suaminya menuju Jakarta. Ia khawatir peristiwa itu merupakan bentuk intimidasi.
Namun, polisi menegaskan sejauh ini belum menemukan hubungan antara kerusakan rumah tersebut dengan aksi unjuk rasa.
Penyelidikan masih berlangsung. Polisi menunggu hasil pemeriksaan barang bukti dan analisis lanjutan untuk mengungkap secara pasti penyebab kerusakan kaca serta asal tekanan yang membuat kaca tersebut pecah.(æ/red)





