Suasana duka menyelimuti keluarga dokter Icha di Kupang, NTT

Kupang, BeritaTKP.com – Kepolisian Resor (Polres) Kupang langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) usai menerima laporan penemuan jenazah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha. Dokter muda tersebut ditemukan tak bernyawa di kediamannya di Perumahan RSS Baumata, RT 007/RW 004, Dusun II, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6/2026) petang.

Tragedi ini diduga merupakan puncak dari tekanan psikologis berat yang dialami korban. Dokter Icha sebelumnya dikabarkan mengalami depresi usai diduga menjadi korban intimidasi oleh sejumlah oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat bertugas.

Kapolres Kupang, AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, mengungkapkan bahwa setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Polsek Kupang Tengah bersama Tim Inafis Polres Kupang langsung meluncur ke lokasi untuk menerapkan tindakan kepolisian sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Begitu menerima laporan, personel kami langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan olah tempat kejadian perkara, mengidentifikasi korban, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan awal dari para saksi. Semua langkah dilakukan secara profesional untuk memastikan setiap fakta di lapangan dapat terdokumentasi dengan baik,” ujar Rudy, Minggu (28/6/2026).

Detik-Detik Penemuan: Diawali Teriakan Histeris

Berdasarkan penyelidikan awal pihak kepolisian, peristiwa memilukan ini bermula sekitar pukul 17.50 WITA. Seorang saksi yang kebetulan sedang berada di dalam mobil tepat di depan rumah korban dikagetkan oleh suara teriakan histeris dari dalam rumah.

Tidak berselang lama, ibu korban keluar dari dalam rumah dalam kondisi panik histeris dan meminta saksi untuk segera memeriksa kondisi putrinya yang berada di lantai dua.

Dengan sigap, saksi langsung berlari naik ke lantai atas. Betapa terkejutnya ia saat mendapati dokter Icha sudah dalam posisi tergantung di depan pintu kamar menggunakan seutas tali nilon berwarna biru dan sudah tidak bernyawa.

Keluarga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan Kapospol Baumata, yang kemudian diteruskan ke Polsek Kupang Tengah serta Polres Kupang. Sekitar pukul 18.40 WITA, Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Taufiqurrahman Suyuthi, bersama Tim Inafis dan personel piket Polres Kupang tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh.

Barang Bukti dan Hasil Pemeriksaan Medis

Dalam olah TKP tersebut, tim kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kejadian, antara lain:

  • Seutas tali nilon berwarna biru dengan panjang sekitar dua meter.
  • Satu lembar daster.
  • Satu buah topi.
  • Satu koper berisi dokumen pribadi.
  • Satu unit telepon genggam.
  • Sepasang sandal jepit.

Usai proses identifikasi awal di lokasi selesai, petugas langsung mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk menjalani pemeriksaan luar oleh tim medis.

“Hasil pemeriksaan luar menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi jenazah secara medis sebagai bahan pendukung penyidikan,” jelas Rudy.

Dari hasil pemeriksaan luar di RS Bhayangkara, ditemukan adanya bekas jeratan pada bagian leher korban yang diduga kuat menjadi penyebab kematian. Sementara itu, pihak kepolisian memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada pergelangan tangan maupun tungkai korban.

Meski olah TKP dan pemeriksaan awal telah rampung, Polres Kupang menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus berlanjut secara komprehensif untuk menggali seluruh fakta-fakta lain di balik peristiwa ini. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak berspekulasi liar dan memercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak berwajib.

Jika Anda, teman, atau kerabat sedang menghadapi masa-masa sulit, merasa tertekan, atau memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri, jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional. Anda dapat menghubungi fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas atau Rumah Sakit, layanan kesehatan jiwa Kemenkes di 1500-567, atau nomor darurat lainnya.(æ/red)