
Malang BeritaTKP.com – Jelang tibanya Hari Raya Natal, PU Bina Marga lakukan perbaikan sekaligus pembangunan jalan menuju wisata di Malang Selatan termasuk Pantai Balekambang. Perbaikan ini dipastikan bakal dilangsungkan pada 2024 mendatang.
Sementara itu, terkait kesiapan menjelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru), untuk sementara waktu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah melakukan beragam upaya guna menanggulangi jalan rusak, Termasuk akses jalan menuju wisata Malang Selatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma menuturkan bahwa akan melakukan beberapa opsi perbaikan jalan sementara untuk menyambut perayaan Nataru tersebut meliputi program sapu lobang (Salob) dan sirtu.
“Terkait Nataru, sudah mulai di cicil, beberapa wilayah itu sudah kami tangani dengan sirtu,” ungkap Khairul saat ditemui disela agenda pemerintahan yang berlangsung di Pendapa Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, dilansir dari jatimtimes, pada Kamis (16/11/2023).
Menurut Khairul, perbaikan jalan sementara termasuk akses menuju wisata Pantai Malang Selatan tersebut lebih efektif dari segi penyerapan anggaran. Meski demikian, baik salob maupun sirtu tetap terbukti efektif untuk memperbaiki jalan rusak.
“Kami kan harus kreatif, bisa dengan salob. Tapi sementara kami tangani dengan sirtu, itu kita ratakan. Sebagian jalan yang bergelombang kesana (menuju Pantai Malang Selatan) kan sudah tidak ada lagi, sehingga nanti akan terus dilanjutkan perbaikan jalannya,” ujarnya.
Menurut Khairul, perbaikan jalan sementara menuju wisata Pantai Malang Selatan tersebut dilakukan supaya tidak terjadi ketimpangan pengerjaan. Sebab, perbaikan sekaligus Pembangunan jalan menuju wisata Pantai Malang Selatan bukan termasuk wewenag pemerintah pusat. “Nantikan ditangani oleh kementrian, kan mubadzir (kalau diperbaiki PU Bina Marga Kabupaten Malang secara keseluruhan), kan tidak boleh ada dua kegiatan,” imbuhnya.
Perbaikan jalan sementara tersebut, lanjut Khairul, selain untuk menyambut perayaan Nataru, juga ditujukan untuk meminimalisir angka kecelakaan. “Tujuannya untuk pengamanan dulu, supaya tidak mudah terjadi kecelakaan. Apalagi nanti pada saat Nataru, sehingga itu dulu yang kita lakukan,” ujarnya.
Sekedar informasi, seperti namanya, program perbaikan jalan berupa salob ditujukan untuk memperbaiki jalan berlubang. Sedangkan sirtu, merupakan perbaikan jalan yang membutuhkan treatment khusus. Sehingga tidak jarang menggunakan alat berat seperti Tandem Roller (TR).
“Untuk sementara, sebelum ditangani kementerian menjadi 13 – 15 meter lebarnya, kami sudah melakukan beberapa tahapan. Termasuk pembebasan (lahan) yang telah selesai kita kerjakan,” ucap Khairul.
Selain pembebasan lahan, sejumlah utilitas juga telah dipindahkan. Hal itu dipersiapkan dalam rangka realisasi perbaikan jalan menuju wisata Pantai Malang Selatan yang nantinya akan memiliki lebar mencapai belasan meter.
Dalam realisasinya, pemindahan utilitas telah disesuaikan dengan eksisting jalan. “Sekarang badan (jalan) hanya 5 meter, nantinya dilebarkan untuk badan jalan menjadi 7 meter, itu belum (termasuk) bahu jalan. Jadi totalnya sekitar 13 meter dan itu sudah clear tanahnya,” pungkasnya. (Din/RED)





