Lampung Timur, BeritaTKP.com – Rekaman video penemuan jejak kaki yang diduga milik harimau viral di media sosial. Jejak tersebut ditemukan di area perkebunan nanas, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur.

Dalam video yang beredar, sejumlah petugas mengenakan sepatu bot terlihat menyusuri jalan tanah di tengah hamparan kebun nanas sambil memeriksa cetakan jejak hewan yang tampak jelas di permukaan tanah.

Dari rekaman tersebut, bekas tapak terlihat memiliki empat bulatan jari dengan bantalan kaki cukup lebar, menyerupai ciri khas tapak harimau. Untuk menunjukkan ukurannya, petugas membandingkan jejak itu dengan sebungkus rokok.

“Kalau dibandingkan dengan rokok Surya, kelihatan sekali besarnya. Ini harimau, yang dewasa,” terdengar suara dalam video.

Unggahan di media sosial menyebutkan jejak itu ditemukan di wilayah perkebunan nanas yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Taman Nasional Way Kambas. Dalam narasi video, pekerja dan warga sekitar diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, terutama pada malam hari.

BKSDA Lakukan Pengecekan

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Itno Itoyo, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait temuan tersebut.

“Ya, laporan sudah masuk dan diterima semalam melalui layanan call center. Hari ini akan dilakukan pengecekan oleh rekan-rekan dari Balai Taman Nasional Way Kambas bersama pihak terkait,” ujar Itno, Sabtu (14/2/2026).

Sebelumnya, pihak balai bersama organisasi non-pemerintah yang tergabung dalam Program Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) telah melakukan pemeriksaan awal berdasarkan pola dan ukuran jejak.

Dari analisis sementara, jejak tersebut diduga kuat merupakan tapak kaki harimau Sumatera dewasa.

“Diduga jejak mengarah ke harimau, sangat identik. Namun kami masih menunggu laporan resmi hasil pemeriksaan tim di lapangan,” jelas Itno.

Diketahui, kawasan perkebunan nanas di Way Jepara berbatasan langsung dengan Taman Nasional Way Kambas, yang menjadi salah satu habitat utama harimau Sumatera di Provinsi Lampung. Petugas mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar di sekitar permukiman atau area perkebunan.(æ/red)