ilustrasi

BANYUWANGI, BeritaTKP.com – Kasus penemuan jasad bayi laki-laki di aliran Sungai Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mulai menemukan titik terang. Berdasarkan hasil autopsi tim medis, bayi tersebut diduga dibuang sesaat setelah dilahirkan dan meninggal dunia tidak lama kemudian.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Lanang Teguh Pambudi, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan medis menunjukkan bayi itu belum sempat mendapatkan asupan apa pun sejak lahir. Kondisi organ dalam korban, khususnya lambung, ditemukan masih kosong.

“Kondisi lambung ditemukan dalam keadaan kosong. Ini mengindikasikan bahwa bayi sama sekali belum mendapatkan asupan air susu sejak dilahirkan,” ujar Kompol Lanang, Rabu (22/4/2026).

Polisi memperkirakan bayi tersebut meninggal antara satu hingga dua hari sebelum jasadnya ditemukan warga. Dugaan itu diperkuat dengan kondisi tubuh korban yang telah mulai membusuk saat ditemukan mengambang di sungai.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang pemancing bernama Ferdi pada Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB. Saat hendak pulang, saksi melihat benda mencurigakan mengambang di antara tumpukan sampah di aliran sungai.

Kasat Reskrim Polsek Genteng, Ipda Sujarwandi, menjelaskan bahwa setelah melihat jasad bayi di pinggir sungai, saksi segera melaporkan temuannya kepada perangkat desa yang kemudian diteruskan ke Polsek Genteng.

“Sekitar pukul 17.00 WIB saksi melihat jasad korban di pinggiran sungai. Setelah itu saksi melapor ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Genteng,” jelasnya.

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian bersama tim medis langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jasad dari aliran sungai dan membawa korban untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap siapa orang tua maupun pihak yang diduga membuang bayi tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar segera memberikan informasi apabila mengetahui hal-hal mencurigakan, termasuk adanya perempuan yang diduga baru melahirkan namun keberadaan bayinya tidak diketahui.

“Kami terus bergerak di lapangan. Kami meminta masyarakat proaktif. Informasi sekecil apa pun akan sangat berharga untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” pungkas Lanang.(æ/red)