Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Kejaksaan Agung, Jumat (10/7)

Jakarta, BeritaTKP.com – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menyelesaikan perkara dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). Meski namanya belakangan terseret dalam berbagai isu personal, Febrie memastikan bahwa tugas negara tetap menjadi prioritas utama.

Prioritas Pemberkasan Kasus BGN

Febrie menjelaskan bahwa saat ini penyidik tengah mengebut tahap pemberkasan perkara BGN. Percepatan ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan karena keterbatasan masa penahanan tersangka yang harus segera dipenuhi.

“Perintah ke saya itu, yang menjadi prioritas (adalah kasus BGN),” ujar Febrie dalam konferensi pers di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jumat (10/7/2026).

Puluhan Nama dalam Penyelidikan

Terkait perkembangan penyidikan, Febrie mengungkapkan bahwa tim penyidik tengah mendalami keterlibatan sejumlah pihak. Tidak tanggung-tanggung, terdapat puluhan nama yang muncul dalam proses penyidikan:

  • Penyidik mengidentifikasi adanya 43 hingga 47 nama yang berkaitan dengan alur perkara.
  • Febrie menekankan bahwa munculnya nama-nama tersebut tidak serta-merta menjadikannya tersangka. Penyidik tetap melakukan pendalaman profesional untuk memastikan apakah keterlibatan tersebut merupakan perbuatan melawan hukum yang dapat dipidanakan.

Komitmen Profesionalisme

Selain menuntaskan kasus korupsi, Febrie memastikan bahwa pihaknya berkomunikasi secara intensif dengan jajaran BGN yang mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini dilakukan agar penegakan hukum tidak menghentikan jalannya program strategis tersebut.

“Ini tentu menjadi program prioritas yang menjadi perhatian yang harus kita benahi segera dan bisa berjalan dengan cepat,” tambahnya.

Menanggapi isu-isu pribadi yang berkembang di masyarakat—termasuk isu pengunduran diri dan kaitannya dengan penggeledahan oleh pihak Polri—Febrie memilih untuk tidak memberikan tanggapan lugas. Ia hanya menegaskan bahwa dirinya masih terus menerima arahan dari pimpinan untuk bekerja cepat menuntaskan perkara-perkara penting di tengah waktu penahanan yang terbatas.(æ/red)