Nganjuk, BeritaTKP – Dari banyaknya keluhan warga Desa Sawahan, Kec.Lengkong, Kab. Nganjuk yang berkata bahwa jalan ini adalah milik daerah dimana sekarang mengalami kerusakan cukup parah, dari ke dua wilayah desa yaitu Desa Sumbersono dan Desa Sawahan dengan panjang keseluruhan kurang lebih 1 kilometer dalam kondisi cukup menyusahkan namun selama ini belum ada penanganan secara serius dari Pihak Pemerintah Daerah khususnya dari Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk .
Ruas jalan sebagai penghubung antar Desa Sumerdono – Sawahan dimana satu satunya sarana transfortasi ekonomi masyarakat untuk mobilitas kebutuhan pertanian pula sebagai jalur lewat anak anak sekolah menuju ke SMP Negeri 2 Lengkong, hal ini yang menjadikan beban hambatan dalam menempuh perjalanan sampai tujuan .

Diperoleh informasi pada Rabu, 4/2/2026, 10’27;Wib. yang menjelaskan bilamana pihak Desa sudah mengajukan beberapa kali akan tetapi belum terealisasi kata sumber, sehingga sampai detik ini pula terpaksa tetap harus dilaluinya meskipun dengan susah apalagi jika habis penghujan ” kata publik kepada awak media ini.
Sebentar lagi mulai musim panen nanti banyak para petani memanfaatkan jalan tersebut secara optimal dalam mengusung hasil panenannya, kadang juga ada yang di proses perontokan padinya disitu, secara otomatis akan menggunakan jalan itu secara maksimal untuk memperoleh hasil panen yang lebih bisa dicapainya .
Berita TKP dilapangan bertemu seorang petani bernama Muklas warga desa Sumbersono pada Jum’at, 6 Februari 2026 pukul 09’31 Wib. berkata bahwa kerusakan jalan di dua wilayah desa ini untuk Sumbersono sekitar 300 meter dan Sawahan 750 meter dilihat dari jumlah tiang lampu penerangan dipinggir sawah ini setiap tiang panjangnya 100 meter ” katanya ” .
Dalam keterangan seseorang berinitial LS ( Red ) pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 12’13 Wib. jika kondisi jalan tetap belum ada kepastian kapan akan dilaksanakan pengaspalan, sebenarnya pada tahun 2026 ini namun masih dialihkan untuk yang utara sana, sementara untuk jalan yang ini entah kapan belum mengerti .
Selama ini tindakan dari Dinas PUPR Kab. Nganjuk sendiri juga belum ada reaksi serta tanda tanda respon terhadap kerusakan jalan di kedua desa ini, Senin, 2 Maret 2026 pukul 10’10 Wib. media ini kala konfirmasi di Dinas PUPR Pimpinan sedang tidak ada di tempat ” ucap Scuritynya “. ( tut )





