Jakarta, BeritaTKP.com — Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan bahwa banyaknya korban jiwa dalam kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran disebabkan oleh jalur evakuasi yang sempit dan terbatas, terutama akses menuju rooftop.

Menurut Susatyo, para korban selamat umumnya berhasil mengevakuasi diri dengan naik ke rooftop, lalu menyeberang ke gedung sebelah. Namun sebagian karyawan kehabisan tenaga dan tidak mampu mencapai area tersebut.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Bayu Meghantara menambahkan bahwa faktor kepanikan turut memperburuk situasi. “Akses menuju lantai atas sempit dan membutuhkan usaha ekstra. Banyak korban panik hingga tak sempat menyelamatkan diri,” ujarnya.

Awal Mula Kebakaran

Kebakaran diduga bermula dari baterai yang terbakar di gudang lantai 1. Karyawan sempat mencoba memadamkan api menggunakan APAR, namun gagal. Api kemudian cepat menjalar ke lantai 2 hingga lantai 6, menghasilkan asap pekat yang menyelimuti seluruh gedung.

Saat kejadian, banyak karyawan sedang istirahat makan siang sehingga sebagian besar berada di dalam gedung.

Jumlah Korban

Kapolres Jakarta Pusat menyebutkan terdapat 22 korban meninggal dunia, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki. Seluruh jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Sebelumnya, 20 kantong jenazah tiba di RS Polri sejak pukul 15.15 hingga 16.30 WIB menggunakan ambulans.

Proses Penyelidikan

Setelah proses pemadaman selesai, tim kepolisian dan Laboratorium Forensik Polri akan melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Kita doakan korban luka segera pulih dan keluarga korban diberi kekuatan,” ujar Susatyo.(æ/red)