Jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya yang mulanya diyakini I Wayan Teja Setiawan (33) warga Klatak, Banyuwangi dimakamkan sebagai Mr X.

BANYUWANGI, BeritaTKP.com – Satu dari dua jenazah yang diduga merupakan korban kecelakaan laut KMP Tunu Pratama Jaya resmi dimakamkan dengan status Mr X karena identitasnya belum terkonfirmasi secara lengkap. Pemakaman dilakukan oleh pihak kepolisian di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Griya Giri Mulya (GGM), Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Jenazah tersebut sebelumnya sempat diyakini sebagai I Wayan Teja Setiawan (33), warga Klatak, Banyuwangi, yang diketahui merupakan anak buah kapal (ABK) KMP Tunu Pratama Jaya. Dugaan tersebut didasarkan pada temuan kartu identitas yang melekat pada jenazah. Namun, polisi belum dapat memastikan identitas korban secara resmi.

Kasi Dokkes Polresta Banyuwangi, AKP Ririn Nurfiah, menjelaskan bahwa proses identifikasi membutuhkan kecocokan data primer dan sekunder. Sementara data sekunder seperti kartu identitas telah ditemukan, data primer seperti DNA, sidik jari, dan odontologi gigi belum dapat dilengkapi secara menyeluruh.

“Meskipun ada data sekunder berupa KTP, data primer belum lengkap. Untuk DNA sendiri membutuhkan waktu sekitar dua minggu,” ujar Ririn, Minggu (1/2/2026) malam.

Pihak kepolisian dan tim Dokkes telah berupaya melakukan pencocokan berbagai petunjuk, termasuk barang-barang pribadi korban dengan pihak yang diduga keluarga. Namun, hasil rekonsiliasi tersebut belum cukup kuat untuk memastikan identitas jenazah.

Karena belum terpenuhinya syarat identifikasi, jenazah tersebut ditetapkan sebagai Mr X dan dimakamkan oleh petugas Dokkes. Pemakaman dilakukan di TPU GGM yang lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal keluarga yang diduga memiliki hubungan dengan korban.

“Belum ada penyerahan jenazah kepada keluarga. Pemakaman dilakukan oleh petugas kami karena status identitas belum dapat dipastikan,” jelas Ririn.

Jenazah tersebut ditemukan di perairan Selat Bali di sekitar lokasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya dan kemudian dievakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk proses identifikasi lanjutan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan dan pencocokan identitas akan tetap dilanjutkan, termasuk menunggu hasil pemeriksaan DNA.(æ/red)