Banyuwangi, BeritaTKP.Com – Aliran sungai di kawasan jembatan Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, kembali meluap setelah diguyur hujan lebat selama berjam-jam. Akibatnya, luberan air sungai setinggi lebih dari 30 centimeter menggenangi akses jalan raya.

Petugas Damkar dibantu BPBD Banyuwangi bersihkan endapan lumpur.

Derasnya air yang mengalir, merusak konstruksi jembatan yang masih dalam proses perbaikan. Selain itu, tingginya air bercampur lumpur yang menggenangi jalan raya, membuat akses penghubung Banyuwangi – Surabaya melalui Kabupaten Situbondo, tidak bisa dilintasi oleh kendaraan.

Petugas kepolisian dari Polsek Wongsorejo, kendaraan yang hendak melintas diminta untuk berhenti terlebih dahulu agar tidak sampai terseret derasnya banjir.

“Air mulai meluber ke jalan raya sejak sore. Saat hujan lebat, banjir semakin besar. Banjir ini karena gorong-gorong di bawah jembatan sudah tak mampu lagi menampung debit air. Mudah-mudahan nanti gorong-gorongnya juga diperlebar, karena kalau tetap kecil begini pasti kalau hujan lebat selalu banjir,” ucap Sugianto, anggota BPD Alas Buluh kepada KabarBanyuwangi, Senin 5/4/2021 dini hari.

Akibat tersendatnya jalur nasional ini, membuat antrian panjang kendaraan tak bisa dihindari. Sejak Minggu sore hingga pukul 00.00 WIB Senin 05/04/2021 dini hari, ratusan kendaraan baik mobil pribadi, truk logistik hingga bus pariwisata terjebak macet berjam-jam. Bahkan kemacetan kendaraan dari dua arah yang berlawanan terjadi hingga sejauh tujuh kilometer.

“Yang dari selatan ekor kemacetan tadi itu sempat sampai di selatannya pintu masuk Bangsring Underwater, kalau yang dari utara informasinya macet sampai Bajulmati,” ujar Sanhaji, salah satu warga Desa Bangsring.

Meski air di kawasan jembatan Alasbuluh sudah mulai surut, pasca banjir membuat akses jalan raya tertutup lumpur. Pihak Satuan lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banyuwangi memberlakukan sistem buka tutup jalan agar kendaraan yang melintas tidak sampai tergelincir.

Agar tidak membahayakan pengguna jalan utamanya pengendara roda dua, oleh petugas BPBD bersama petugas Permadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyuwangi, membersihkan endapan lumpur yang menutup jalan raya disemprot dengan air.

“Banyak material lumpur yang menutup jalan, langsung kami semprot dengan air. Kita kerahkan sejumlah mobil tangki dari BPBD sendiri maupun dari pihak Damkar juga,” ungkap Sigit Jatmiko, Petugas Tim Reaksi Cepat BPBD Banyuwangi.

“Pukul 23.30 WIB lumpur akhirnya berhasil kami bersihkan, lalu lintas berangsur normal dengan pengawalan pihak Satlantas Polresta Banyuwangi,” imbuhnya.

Meski terpantau masih padat, antrian kendaraan di jalur pantura ini sudah berangsur mulai mengalir setelah akses jalan raya yang tertutup lumpur dibersihkan oleh petugas.

“Kawasan Alasbuluh sudah mulai lancar dari mulai pukul 01.00 WIB Senin dini hari tadi,” ungkap Bripka Agus Supriyadi, Petugas Satlantas Polresta Banyuwangi. SH/Red