BOGOR, BeritaTKP.com – Seorang bocah laki-laki bernama Fathan Afgary (7) ditemukan meninggal dunia di dalam sumur Balai RW 18, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (23/10/2026) sore. Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama dua hari.
Kapolsek Gunung Putri Kompol Hillal Adi Himawan menjelaskan, penemuan korban bermula ketika petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor bersama tim K9 bersiap melakukan penyisiran untuk mencari keberadaan korban.
Berawal dari Kecurigaan Warga
Saat proses pencarian berlangsung, seorang saksi berinisial R mendatangi petugas dan menyampaikan kecurigaannya terhadap sebuah sumur di Balai RW 18.
Kecurigaan itu muncul karena sumur tersebut belum pernah diperiksa warga selama pencarian korban yang berlangsung sejak Rabu hingga Kamis.
Mendapat informasi tersebut, petugas langsung menuju lokasi untuk memeriksa sumur. Setelah penutupnya dibuka, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 10 meter.
Kapolsek Gunung Putri menyampaikan bahwa penemuan tersebut terjadi ketika petugas tengah mempersiapkan pencarian lanjutan bersama tim K9.
Korban Dievakuasi Bersama Petugas Damkar
Setelah ditemukan, korban dievakuasi oleh jajaran kepolisian bersama tim pemadam kebakaran (damkar) Sektor Gunung Putri.
Berdasarkan keterangan kepolisian, keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Selanjutnya, korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman Inkopad, Depok.
Dilaporkan Hilang Sejak 21 Oktober
Fathan sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu, 21 Oktober 2026. Menurut keterangan polisi, korban belum kembali ke rumah setelah bermain bersama teman-temannya.
Pencarian sempat dilakukan selama dua hari, tetapi belum membuahkan hasil hingga akhirnya seorang warga menyampaikan informasi mengenai sumur di Balai RW 18.
Hingga informasi ini disampaikan, keterangan kepolisian yang tersedia belum menjelaskan lebih lanjut penyebab korban berada di dalam sumur maupun kronologi lengkap sebelum korban ditemukan.(æ/red)





