Sampang, BeritaTKP.com – Seorang WNA bernama Fitriyahtun asal Kota Selanggor, Malaysia menjadi korban atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh 4 orang perempuan berinisial FD, TU, SN, dan IF saat pulang kampung di rumah orang tuanya di Desa Bira timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura.

Kedatangan Fitriyatun ke Indonesia awalnya ingin menepati janji reuni dengan teman-temannya di Cafe Paris, yang lokasinya tidka jauh dari wisata Pantai Jodoh, pukul 15.30 WIB.

Gambar ilustrasi penganiayaan.

Tetapi, acara kumpul bareng teman itu gagal lantaran korban mendapat telpon untuk diajak keluarganya menjenguk neneknya yang kebetulan sakit. Sehingga, acara reuni itu diundur usai salat Magrib.

“Saya tiba di lokasi reuni pukul 19.30 WIB, sebelum duduk, mendadak saya diseret dan ditendang dari belakang, sempat ada yang melerai tetapi tidak dihiraukan,” terangnya, Sabtu (13/8/2022).

Sementara suami korban YT (32) menyampaikan, bahwa dirinya baru mengetahui istrinya dianiaya melalui warga. Kemudian YT menuju TKP dan membawa istrinya ke kantor Polsek Sokobanah untuk lapor serta disusul dengan visum ke Puskesmas Batu Lenger.

“Saya tidak tega melihat video istri saya dianiaya ditendang dan dipukul,” keluh suami korban.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sampang, AKP Irwan Nugraha saat dikonfirmasi membenarkan adanya pelaporan dugaan penganiyaan. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan secepatnya akan memangil terlapor. “Kasus ini sudah ditangani dan akan kami tindaklanjuti sesuai hukum,” tandasnya. (Din/RED)