
Blitar, BeritaTKP.com – Baik warga netizen maupun Blitar dikejutkan dengan aksi Ki Sudrun yang mengisi acara tausiyah dengan bertelanjang dada. Video tersebut pun viral di media sosial.
Video tersebut pertamakali di unggah oleh akun tiktok @gandrung_ilmu. Dalam video itu Ki Sudrun berpakaian seperti prajurit era kerajaan, berambut gondrong dan telanjang dada. Ki Sudurn juga mengenakan tas bertali seperti tasbih besar dan bercelana putih sambil dudul di lantai.
Dalam ceramahnya, Ki Sudrun mengatakan jika umat muslin sejatinya diminta menirukan tingkah laku para nabi dan rasul. “Jadi ternyata aku sampeyan iki mboten kok kon niru gusti Allah,” ungkap Ki Sudrun mengartikan lafadz ‘Sirotol ladzina an amta alaihim’, Senin (22/4/2024).
Lantaran cukup membuat heboh, akhirnya aksi tersebut sampai hingga ke telinga Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar angkat bicara mengenai gaya Ki Sudrun.
Sektretaris MUI Kabupaten Blitar, Jamil Mashadi mengatakan, pihaknya sebenarnya dalam memberikan kapasitas menilai video viral tersebut. Namun, dia mengingatkan agar seorang penceramah memberikan contoh yang baik.
“Sebenarnya MUI tidak dalam kapasitas menilai atau menyikapi apa yang dilakukan oleh Ki Sudrun itu benar atau salah,” katanya dikutip dari Beritajatim, Senin (22/04/24).
Secara fiqih, telanjang dada pada laki-laki memang diperbolehkan. Tidak melanggar aturan agama, sebab yang termasuk aurat laki-laki dari pusar hingga lutut kaki.
Namun, Jamil mengingatkan mengenai asas kesopanan. Sebagai orang ketimuran ada baiknya untuk mempertimbangkannya. Sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Kalau seperti itu kanjeng nabi senang atau tidak. Memang secara fiqih tidak salah tapi di Indonesia itu patut atau tidak,” katanya.
Usut punya usut, Ki Sudrun ini dikenal sebagai Dalang asal Blitar. Dia pernah nyantri di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Selain menjadi dalang, ia juga kerap mengisi ceramah bersama Gamelan Terbang Seribu. Biasanya ceramahnya juga diselingi dengan selawat dan musik. (Din/RED)





