Banda Aceh, BeritaTKP.com – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengungkap menerima laporan adanya 80 ton bantuan logistik korban banjir di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah yang diduga menghilang. Informasi tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers setelah penetapan perpanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh, Rabu (11/12/2025) malam.
Mualem menyebut laporan itu masih berupa informasi awal yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Saya dengar berita burung, ada 80 ton hilang entah ke mana. Kita turunkan semua di Bener Meriah,” ujar Mualem.
Ia menegaskan, pemerintah bersama TNI dan Polri akan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan apakah informasi hilangnya bantuan tersebut benar adanya atau hanya kabar tidak valid.
“Kita cek dulu apakah betul atau tidak. Ini nanti dicek bersama Pangdam dan kepolisian,” katanya.
Gubernur mengakui bahwa bantuan logistik untuk Bener Meriah dan Aceh Tengah sudah disalurkan secara maksimal, namun persoalan ketepatan sasaran di lapangan masih menjadi perhatian. Ia meminta seluruh pihak, termasuk kepala daerah dan para relawan, menyalurkan bantuan secara adil dan sesuai kebutuhan warga terdampak.
Listrik di Aceh Tengah Mulai Menyala Setelah 13 Hari Padam
Sementara itu, warga Aceh Tengah mulai merasakan kembali nyala listrik setelah 13 hari padam total akibat banjir dan longsor.
Meski demikian, pasokan listrik disebut belum sepenuhnya stabil. Warga mengaku listrik kerap menyala pada malam hari dan kembali padam pada pagi hingga siang hari.
PLN Takengon menjelaskan bahwa kerusakan infrastruktur mencapai 40 persen dan pemulihan masih bergantung pada perbaikan jaringan transmisi di jalur Bireuen–Takengon.
“Untuk pemulihan menyeluruh, kita masih bergantung pada perbaikan tower SUTET,” kata Kepala PLN Takengon, Muhammad Furqan.
Meski belum optimal, warga bersyukur karena listrik mulai berfungsi sehingga kebutuhan dasar seperti memasak dan mengambil air bersih dapat kembali dilakukan.(æ/red)





