Gresik, BeritaTKP.com – Sebanyak ratusan warga tinggal di Gresik Utara diterjang banjir rob. Salah satunya di Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar yang menjadi korban banjir rob pada Rabu (18/05/2022). Akibatnya 170 rumah dan jalan desa, fasilitas pendidikan, tempat ibadah dan fasilitas kesehatan terendam air laut yang pasang.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gresik Minhad menuturkan kronologi terjadinya banjir rob yakni tanggal (18/5), sekitar pukul 10.30 WIB terjadi Pasang laut, yang menyebabkan wilayah Dusun Banyuwangi, Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar tergenang banjir rob. “Namun, beberapa jam kemudian, seluruh genangan di wilayah Desa Banyuwangi surut total, ” ujarnya, Rabu (18/5/2022).

Dipaparkannya, dampak dari banjir rob itu menggenangi ratusan rumah dan fasilitas umum. Rinciannya 107 rumah warga di RT 06 sampai RT 13 tergenang 20 – 30 cm, jalan desa tergenang 30 – 50 cm sepanjang 2.000 meter, dua tempat ibadah tergenang 10 – 20 cm, 2 sekolah tergenang 20 – 30 cm dan 1 poskesdes tergenang 20 – 30 cm.

“Kami sudah meninjau kelokasi banjir rob di Desa Banyuwangi juga melakukan koordinasi dengan Muspika Manyar, Pemerintah Desa Banyuwangi, Manyar dan memonitoring pasang surut air laut, ” jelasnya.

Banjir Rob juga terjadi di Mengare di Desa Keramat, Kecamatan Bungah. Banjir rob di daerah itu membuat rusak dinding atau tanggul tambak milik warga. Air dari banjir rob masuk selama tiga hari dan biasanya hingga lima hari ke depan.

Kepala Desa Keramat Taufiq mengatakan air banjir masuk ke rumah warga mulai Selasa (17/5/2022) hingga Rabu (18/5/2022).  Perahu nelayan sampai masuk terbawa air masuk ke tambak milik warga. “Pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB, kemudian surut. Tadi juga begitu dan akibatnya banyak dinding pembatas tambak milik warga jebol, ” pungkasnya.(Din/RED)