Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Taufik Nabila

Tulungagung, BeritaTKP.com– Sebuah video yang memperlihatkan pasangan pria dan perempuan diduga melakukan perbuatan tidak pantas di pos polisi simpang empat Kemuning, Kelurahan Kutoanyar, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, beredar luas di media sosial. Menyikapi hal tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung langsung melakukan penyelidikan.

Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Taufik Nabila mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan secara langsung.

“Setelah video itu beredar, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Saat petugas tiba, pos dalam kondisi kosong dan tidak ditemukan siapa pun,” kata Taufik, Selasa (6/1/2026).

Petugas juga tidak menemukan barang-barang mencurigakan di dalam pos polisi tersebut, termasuk alat kontrasepsi.

Pos Polisi Aktif tapi Tidak Dijaga 24 Jam

Taufik menjelaskan, pos polisi simpang empat Kemuning merupakan pos yang masih aktif digunakan, khususnya untuk pengaturan lalu lintas pada pagi hari dan saat terjadi kepadatan arus kendaraan. Namun demikian, pos tersebut memang tidak dijaga oleh petugas selama 24 jam.

Menurutnya, kondisi pos yang terbuka dan tidak dilengkapi pintu pengaman memungkinkan siapa saja masuk ke area pos ketika tidak ada petugas yang berjaga.

“Kami sangat menyayangkan apabila fasilitas kepolisian yang masih aktif justru disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Satlantas Polres Tulungagung akan meningkatkan pengawasan di lokasi tersebut, salah satunya dengan menempatkan petugas patroli secara berkala.

Tambah Pintu Pengamanan

Selain peningkatan pengawasan, pihak kepolisian juga berencana memasang pintu serta sistem pengamanan tambahan pada pos polisi simpang empat Kemuning agar tidak mudah dimasuki warga saat tidak ada petugas.

AKP Taufik menegaskan, kepolisian masih terus melakukan penelusuran terhadap identitas pasangan yang terekam dalam video viral tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan identitas yang bersangkutan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.(æ/red)